- Untar mengadakan dialog dengan keluarga Lexi Havlenda, termasuk pertemuan terakhir pada 3 Februari 2026, membahas kronologi insiden.
- Insiden terjadi pada 29 Maret 2024 saat Lexi beraktivitas tanpa izin di kampus saat libur nasional.
- Universitas berkomitmen mendukung kelanjutan pendidikan Lexi, meskipun keluarga menolak bantuan dana dan pendampingan psikologis.
Suara.com - Universitas Tarumanagara (Untar) menyatakan telah melakukan serangkaian pertemuan dan dialog langsung dengan keluarga Lexi Valleno Havlenda, termasuk pertemuan terakhir yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026 di Kampus Untar.
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, kedua belah pihak disebut telah menyampaikan kronologi peristiwa, pandangan, serta harapan masing-masing secara terbuka dan konstruktif.
Untar menjelaskan, insiden yang menjadi perhatian publik itu terjadi saat Lexi melakukan kegiatan di lingkungan kampus tanpa izin resmi dari universitas. Peristiwa berlangsung pada Jumat, 29 Maret 2024, yang bertepatan dengan hari libur nasional Wafat Isa Al Masih. Pada hari tersebut, operasional kampus tidak berjalan seperti biasa, termasuk layanan fasilitas penanganan darurat.
Pihak universitas juga menyayangkan bahwa peristiwa tersebut berkembang menjadi kegaduhan di ruang publik, khususnya di media sosial dan media massa. Menurut Untar, beredarnya informasi yang dinilai tidak utuh berpotensi membentuk opini publik yang tidak proporsional serta menciptakan persepsi yang merugikan institusi, padahal proses komunikasi dan penyelesaian secara dialogis telah dilakukan dan tetap terbuka.
Terkait anggapan adanya keterlambatan penanganan, Untar menegaskan bahwa proses penyelesaian yang berlangsung bukan bentuk pengabaian. Universitas menyebut dialog dan pembahasan dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab karena melibatkan berbagai pertimbangan akademik, kelembagaan, serta sejumlah pihak, sehingga tidak bisa diselesaikan secara tergesa-gesa.
Dalam pernyataannya, Untar juga menyampaikan harapan agar Lexi Valleno Havlenda tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya. Fokus institusi, menurut pihak kampus, adalah pada keberlanjutan pendidikan Lexi, dukungan pemulihan fisik termasuk melalui bantuan dana, serta pendampingan psikologis agar yang bersangkutan dapat melanjutkan studi hingga lulus sebagai alumni Untar.
Namun demikian, Untar menyatakan menghormati keputusan keluarga Lexi yang tidak bersedia menerima dukungan bantuan yang telah diupayakan. Universitas menyebut akan mencari alternatif penyelesaian agar penanganan peristiwa dapat menemukan jalan keluar yang objektif, adil, serta sesuai dengan ketentuan hukum dan tata kelola institusi.
Untar menegaskan komitmennya untuk menjalani seluruh tahapan proses secara bertanggung jawab, transparan, dan konsisten, dengan tetap menjunjung prinsip keadilan, profesionalisme, kepastian hukum, serta mengedepankan kepentingan pendidikan.
Baca Juga: Layanan Prodi Lambat? Ini 5 Cara Cerdas Mahasiswa Akhir Menghadapi Birokrasi Kampus
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?