LINIMASA - Wiljan Pluim mendapat sambutan hangat dari eleman klub barunya, Borneo FC. Gelandang asal Belanda tersebut semula dibuang PSM Makassar, klub yang sudah dibelanya selama 7,5 tahun.
Kini, Pluim tengah beradaptasi dengan skuad Pesut Etam. Pemain bersia 34 tahun tersebut tampak sudah ikut berlatih dengan rekannya di Borneo FC di bawah arahan Pieter Huistra.
Peter Huistra mengatakan pemain seharga Rp4,35 miliar tersebut mampu cepat beradaptasi dengan gaya permainan yang diusung Borneo FC. "Saya senang kami bisa mengontraknya.. dia pemain yang sangat bagus.. pemain yang juga akan bermain dengan gaya permainan kami," ujar Huistra melansir laman ligaindonesiabaru.com.
Huistra tak sepakat dengan alasan PSM Makassar yang menyebut mendepak Pluim karena alasan usia yang sudah tua dan tak bisa lagi berlari. "Tidak.. dia masih sangat muda.. dia masih penuh energi.. masih ambisius," ucapnya.
Huistra seolah menyindir Juku Eja yang menyebut Pluim sudah tidak bisa berlari lagi padahal berposisi sebagai gelandang serang. Menurutnya, seorang pemain cerdik tidak hanya mengandalkan lari saja, tapi mampu mengkreasi permainan dengan cara berbeda.
Begini.. apabila kamu pemain cerdas.. kamu tak harus berlari cepat.. kamu bisa memainkan bola dengan berbagai cara," kata Huistra.
"Jika kamu pintar.. maka kamu bisa bermain sangat lama.. dan kamu tidak butuh berlari banyak.. dan saya rasa kuncinya adalah kecerdasan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan