Politisi PDI Perjuangan Ruhut Sitompul menyindir Koalisi Perubahan. Hal ini karena koalisi tersebut kerap memamerkan berbagai pertemuan namun hingga kini belum mendeklarasikan capres yang diusung.
"Berpolitiklah dengan kejelasan agar hidup ini penuh dengan ketenangan," ujar Ruhut di twitternya @ruhutsitompul seperti dikutip dari Warta Ekonomi-jaringan Suara.com (19/11/2022).
Ruhut menegaskan, dalam berpolitik perlu yang namanya kejelasan. Sehingga kata dia tidak dengan terus menebar pernyataan-pernyataan ngambang. Bahkan kata Ruhtlut saling serang antar sesama.
"Tidak terus ngebacot sesama teman yang merencanakan mau seiring sejalan berkoalisi kapan mau melakukan perubahan," ungkap Ruhut.
Eks Politisi Partai Demokrat itu menuturkan saat ini rakyat sudah cerdas dalam memilih pemimpin yang akan didukung.
Terlebih kata politisi yang akrab disapa, zaman semakin canggih. Jejak digital setiap orang selalu terakam dan bisa dibuka kapan saja.
"Ingat ya Rakyat Indonesia tercinta sekarang cerdas semua," tandasnya.
Sebelumnya, bersama PKS dan Demokrat, bakal Capres Partai NasDem Anies Baswedan menggelar makan siang setelah sholat Jum'at di salah satu Restoran Padang di kawasan Jakarta Pusat (18/11/2022).
Anies terlihat bersama dengan tim kecil Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKS.
Baca Juga: Unggah Tangkapan Layar Berita Anies Soal G20, Ruhut Dibully Netizen: Jelas Sekali Editannya
Tampak hadir pula Teuku Riefky Harsya, Sohibul Iman, Pipin Sopian, Sugeng Suparwoto, Willy Aditya, dan Sudirman Said.
Ketika ditanya soal koalisi perubahan yang mulai renggang, Teuku Riefky menjawab santai. Bahkan dia menegaskan, mereka semakin solid.
"Alhamdulillah kami semakin solid. Ya, kami mohon maaf kalau ada penonton dan provokator yang kecewa", kata Teuku sambil tersenyum.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
EcoGrow Mom, Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Dipuji Pengguna karena Ampuh Menutupi Uban
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
5 Bedak Tabur yang Memberikan Efek Glowing di Wajah, Hasil Makeup Halus dan Natural
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran