Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menjadi salah satu pihak yang vokal mengkritik deklarasi dini bakal calon presiden 2024. Topik inilah yang kembali ia bahas ketika menjadi narasumber di program Inilah Sarita di kanal YouTube Inilahcom.
Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut menilai semua calon yang telah digembar-gemborkan saat ini hanya menipu diri. "Harusnya kalau orang mau maju itu harus punya partai," tutur Fahri, dikutip Suara Manado, Sabtu (19/11/2022).
Fahri menyebut partai politik adalah kendaraan yang dapat mengantarkan seseorang hingga mendapat jabatan strategis di negeri ini. Karena itulah para pengurusnya berusaha membesarkan partai tanpa kenal lelah, tidak peduli nama mereka tak dikenal publik.
"Tapi di luar sana ada orang-orang seperti Anies, Ganjar, dan lain-lain lah. Nggak ngurus partai, kerjaannya membangun popularitas, ini tidak sehat bagi demokrasi," kata Fahri.
Karena itulah ia mengkritik manuver politik sejumlah partai yang saat ini telah mendeklarasikan pilihannya terhadap satu nama karena dinilai terlalu dini. Sebab nama-nama yang muncul dianggap berpotensi membuat polarisasi semakin tajam.
"Karena kalau kita mengumpulkan massa kecewa dan massa marah di belakang kita, dan seolah-olah kita hero baru, kita memberikan ruang bagi irrasionalitas dalam Pemilu dan itu selalu jelek hasilnya," tegas Fahri.
Fahri kemudian spesifik membahas sosok Anies yang telah dikenalnya sejak tahun 1997. Fahri seolah berpendapat Anies terlalu fokus mencari cara untuk mendongkrak karier politiknya, apalagi karena kini elektabilitasnya sedang luar biasa menanjak.
"Tarik pertarungan ini. Jangan ini sekadar soal dia. Zaman Pak SBY ikut konvensi, zaman Pak Jokowi ikut Pak Jokowi, zaman Pak Prabowo ikut Pak Prabowo, zaman Surya Paloh ikut Surya Paloh," ujar Fahri dengan berapi-api.
"Kan mesti ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar 'saya harus jadi'. Perbaiki cara berpikir bangsa ini. Perbaiki sistemnya," sambungnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Santap Makan Siang Bareng Tim Kecil di Rumah Makan Padang, Publik Curiga Hal Ini!
Karena itulah Fahri juga berharap Anies bisa menyampaikan dengan gamblang kepada masyarakat, bahwa dia hadir menawarkan gagasan baru sebagai pemimpin alih-alih menjadi sosok yang dianggap berlawanan dari pemerintahan saat ini.
"Kalau kita men-challenge intelektualitasnya Anies Baswedan, saya inginnya dia berdiri tegak untuk mengatakan dia bukan alat dari satu kesementaraan ini, adanya massa yang marah dan kecewa kepada pemerintah dan ada elite oligarki baru yang nyari jago. Kan ini yang terjadi sekarang. Nah harusnya dia jangan aji mumpung" beber Fahri.
Fahri juga mendesak agar fenomena pencalonan nama-nama yang awam dunia politik seperti saat ini dihentikan.
"Sekarang itu merasa capek di pinggir gelanggang, tiba-tiba yang tarung ini mantan gubernur, yang tidak punya partai politik, tidak pernah kerja untuk partai politik, mau demokrasi sehat apa kayak begini? Yang nyohor beda sama yang capek," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Menebak Cawapres Anies Baswedan dalam Pilpres 2024, Gibran Berpeluang Besar?
-
Survei Voxpol: AHY Jadi Tokoh yang Bisa Mendongkrak Suara Anies Baswedan di Pilpres 2024
-
Anies Baswedan Santap Makan Siang Bareng Tim Kecil di Rumah Makan Padang, Publik Curiga Hal Ini!
-
Jokowi Rela Pulang Cepat dari Thailand demi Muktamar Muhammadiyah, Jhon Sitorus Colek NasDem: Ga Malu?
-
Halo PDIP! Ganjar Pranowo Diramal Loncat Partai demi Tiket Capres 2024, Efeknya Gak Main-main
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, Dudung Abdurachman Lindungi Korban
-
Persib Bandung Siap Tempur Lawan Persija, Ribuan Bobotoh Bakar Semangat Pemain di Sesi Latihan
-
Hectic Adalah Kondisi Sibuk Luar Biasa, Pahamai Arti dan Tips Mengatasinya bagi Pekerja
-
Hukum Menjual Daging Kurban Menurut Syariat Islam bagi Pekurban dan Penerima
-
Skandal Asusila di Balik Ponpes Lahat: Polisi Tidak Proses Hukum karena Permintaan Korban
-
Saat Menabung Terasa Mewah: Bisa Bertahan Hidup Saja Sudah Bentuk Prestasi
-
Link Live Streaming Persipura vs Adhyaksa FC: Laga Hidup Mati Menuju Super League
-
Orang Tua Harus Tahu! Ini Penyebab Tekanan Darah Tinggi pada Anak
-
Pro Kontra Foto Anniversary Luna Maya dan Maxime Bouttier: Nilai Seni vs Menyimpang