Politisi senior Panda Nababan mengungkap drama di balik pemberhentian Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada tahun 2016 silam.
Panda Nababan menyebut Presiden Joko Widodo kabur bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla saat Rizal Ramli meminta waktu untuk berbicara dengannya perihal pemberhentiannya sebagai menteri.
Pernyataan ini dilontarkan oleh Panda Nababan di kanal YouTube Total Politik pada Jumat (25/11/2022) kemarin.
"Jadi ada satu drama yang terjadi pada waktu Rizal Ramli diberhentikan," kata Panda seperti dikutip Mamagini pada Sabtu (26/11/2022).
Selain Jokowi, Jusuf Kalla, dan Rizal Ramli, proses pemecatan tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung Wibowo dan Menteri Sekretariat Negara Indonesia Pratikno.
"Di kiri Pramono, Jusuf Kalla, Jokowi, Pratikno, berhadapan dengan Rizal," lanjut Panda.
Diceritakan oleh Panda Nababan, saat itu Jokowi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Rizal Ramli yang telah mengabdi sebagai menteri.
"Jadi Pak Rizal terima kasih banyak atas keterlibatannya membantu saya selama ini," kata Jokowi seperti yang dikatakan oleh Panda.
Namun, Rizal Ramli langsung menyela. Ia tidak terima jika alasan pemecatannya adalah karena adanya perselisihan antara dirinya dan Jusuf Kalla.
Baca Juga: Link Live Streaming Tunisia vs Australia Piala Dunia 2022, yang Mana Jagoanmu?
"Mohon maaf Pak Presiden, izinkan dulu saya berbicara. Saya memang tidak sependapat dengan Wapres," kata Rizal.
"Pak Presiden memang saya tidak cocok dengan wakil presiden, tapi jangan jadikan itu alasan memberhentikan saya," pinta Rizal.
Jusuf Kalla pun saat itu langsung ikut menyela juga. Ia merasa tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Rizal Ramli.
"Eh, begini ya Rizal, kau bukan level aku ya. Kau bukan level aku," kata JK.
Akhirnya, karena terjadi perdebatan, Rizal Ramli meminta agar dirinya diberi kesempatan untuk berbicara kepada Jokowi.
"Saya minta waktu 5 menit 10 menit saja. Saya mau bicara dengan presiden," pinta Rizal.
Berita Terkait
-
'Woi Pembela JK Datang' Panda Nababan Beberkah Momen Dirinya Jadi Penengah Perseteruan Rizal Ramli dan Jusuf Kalla
-
Relawan Bakal Gelar Silaturami Akbar Bareng Jokowi Sabtu Esok, 150 Ribu Orang Bakal Padati GBK
-
Jokowi Akan Hadiri Silaturahmi Akbar Relawan di GBK Besok Pagi, Bakal Ada Arah Dukungan Capres 2024?
-
Jokowi Bakal Tebar 680.000 Rice Cooker Gratis Buat Masyarakat Miskin Tahun Depan
-
Relawan Jokowi Gelar Syukuran Akbar Atas 'Suksesnya' G20 di GBK Sabtu Besok, Presiden Bakal Hadir
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi