Politisi senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, menceritakan kisah lama dirinya saat menjadi penengah perseteruan antara mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli dan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK).
Ketika Rizal Ramli dan Jusuf Kalla mengalami perseteruan, Panda Nababan mengaku pernah mencoba menjembatani keduanya. Ia mencoba mencari titik terang atas permasalahan antara dua tokoh tersebut.
Dalam dialognya di unggahan kanal YouTube Total Politik, Panda Nababan mengaku mendatangi kantor Rizal Ramli. Namun, bukan disambut dengan baik, ia justru mendapat teriakan dari Rizal Ramli.
"Aku coba, gue dihantam sama Rizal," ujar Panda seperti dikutip Mamagini pada Sabtu (26/11/2022).
Rizal Ramli berteriak keras di depan para staf saat Panda Nababan datang. Ia tersebut menyebut politisi senior tersebut sebagai pembela Jusuf Kalla.
"Aku datang ke kantornya Rizal di Thamrin. Baru keluar dari kamar dia teriak 'Woi, pembela JK datang. Woi'. Bayangkan Menko di depan staf-staf nya 'Sudah datang Pembela Jusuf Kalla'," lanjut Panda.
Mendapat teriakan dari Rizal Ramli, Panda Nababan pun mengatakan bahwa dirinya akan pulang jika memang mantan Menko tersebut keberatan atas kedatangannya.
"Haduh Rizal, kalau kau nggak suka aku datang, ya pulang aku. Sampai begitu," kata Panda.
Dalam dialognya, Panda Nababan juga mengungkapkan jika dirinya juga mencoba mendatangi Jusuf Kalla. Namun, tetap sama, dirinya tidak bisa mendapatkan titik terang atas hubungan keduanya.
Baca Juga: Piala Dunia Grup A: Derita Qatar yang Sudah Pasti Tersisih di Rumah Sendiri
"Nah, JK aku coba juga mengapa kan," beber Panda.
Jusuf Kalla justru menyebut Rizal Ramli sebagai sosok yang tidak bisa memimpin.
"Aduh Panda, dia itu pandai tapi nggak bisa mimpin," kata JK.
Pada akhirnya, Panda Nababan pun mengatakan bahwa Rizal Ramli dan Jusuf Kalla memang tidak bisa disatukan lantaran keduanya tidak memiliki kecocokan.
"Dua-duanya udah nggak cocok," pungkasnya.
Berita Terkait
-
'Feeling' JK Terhadap Jokowi Sudah Berubah: 'Keadaan Saat Ini Agak Beda'
-
Blak-blakan Rocky Gerung ke Jusuf Kalla Soal Dukungan ke Anies Baswedan: Akan Asuh Anies, Apa Manfaatkan Golkar?
-
Jusuf Kalla Dekat dengan Airlangga Hartarto dan Prabowo, tapi Lebih Pilih Anies Baswedan?
-
Jusuf Kalla Jadi 'King Maker' Capres 2024? Blak-blakan Cerita Kedekatan dengan Anies
-
Utus Panda Nababan Bertemu di Istana, Megawati: Mana Berani SBY Terbuka ke Saya
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026
-
Pencurian 22 Gerai Alfamart di Lombok Terungkap
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN