Aktor Herjunot Ali turut buka suara terkait larangan kampanye LGBT saat Piala Dunia 2022 di Qatar. Ia dengan tegas mendukung keputusan tuan rumah.
Aktor film 5 CM itu mengunggah beberapa Instagram Story terkait opininya itu.
Hejunot Ali menjelaskan, ia menghargai masyarakat dengan orientasi seksual apa pun. Namun, dia sangat mengecam pihak yang tidak menghargai negara dan agama orang lain.
Baginya, siapa pun harus menghormati negara maupun peraturan agama di setiap tuan rumah.
"Gue selalu bela hak hidup orang. Itu enggak boleh hilang, apa pun orientasi seksualnya. Tapi, hal yang paling salah itu adalah ketika lo maksa orang lain punya pendapat yang sama dengan lo. Itu salah besar. Tapi budaya, keyakinan agama dan terutama peraturan negara enggak ada tawar-tawaran," ujar Herjunot Ali dalam Insta Story, Minggu (27/11/22).
“Gue ada di pihak Qatar, titik. Gue enggak benci dan anti LGBTQAI+ nya, gue hanya benci hal-hal yang munafik,” tegas pria yang akrab disapa Junot ini.
Sementara dalam unggahan lain, Herjunot Ali menyinggung soal open minded.
Hal itu dia tekankan dengan mengaku pernah ikut serta dalam kegiatan March Love yang mendukung kelompok LGBT di Amsterdam beberapa waktu lalu.
Namun ia tidak memposting kegiatan tersebut karena tidak cocok dengan demografi di Indonesia.
Baca Juga: Bacok Selingkuhan Istri, Pria di Jombang Diringkus Setelah 5 Bulan Buron
"Video saya ikutan itu nggak saya upload aja karena dilarang manager saja karena gak cocok dengan demografi Indonesia. Itulah cara saya menjadi open minded untuk tau diri. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," tulisnya lagi.
"Jadi saya perjelas sekali lagi ya. Kedaulatan negara itu tidak bisa diganggu gugat! dan jadi open minded itu artinya mampu untuk menghargai perbedaan namun mampu berdaulat dan berani mengambil sikap atas apa yang diyakini," lanjut aktor berusia 37 tahun itu.
Sebelumnya pihak Qatar dan FIFA sudah melarang adanya kampanye LGBT di gelaran Piala Dunia 2022. Sejumlah atribut LGBT dilarang digunakan, namun terkini, pihak FIFA melonggarkan peraturan itu sehingga diperbolehkan memakai aksesoris berbau LGBT.
Berita Terkait
-
Masih Ditahan, Nikita Mirzani Relakan Anaknya Terbang ke Qatar Untuk Bertemu Cristiano Ronaldo
-
Lionel Messi Dikecam Tendang Jersey Meksiko di Pesta Kemenangan Argentina, Dicari Petinju Canelo: Minta Maaf ke Tuhan
-
Kenapa Sih Timnas Sepakbola Inggris Dijuluki Three Lions, Ternyata Ada Kaitannya Dengan Keluarga Kerajaan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah