/
Senin, 28 November 2022 | 17:22 WIB
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil [instagram/ridwankamil]

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto pernah mengaku sudah melihat keindahan hubungan dengan Ridwan Kamil.

Keindahan hubungan Ridwan Kamil dan Golkar ini hanya memiliki satu perwujudan, yakni kemenangan Golkar dalam Pemilu 2024.

Ia mengatakan, untuk memenangi pemilu, salah satu kuncinya adalah memenangi salah satu provinsi di Pulau Jawa.

“Selama ini Golkar Jabar, 2004 dipegang Golkar. Padahal pada waktu itu kita tidak punya Gubernur. Jadi saya percaya bahwa hari ini kita punya Gubernur, Insya Allah Jabar akan kita rebut kembali,” ujar Airlangga pada Mukernas I dan HUT ke-65 Ormas Kosgoro di Gedung Sate Bandung (27/11), dikutip dari wartaekonomi.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat menilai ada kecenderungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan merapat ke Partai Golkar.

"Dari situ sebelumnya dari pernyataan itu ada kecenderungan Emil akan merapat ke Golkar," kata Cecep.

Menurutnya, Golkar punya persambungan tradisi kuat di Jabar. 

Golkar sempat menjadi partai dengan pendukung yang sangat besar di Jabar pada Pemilu 2004.

Cecep menerangkan Emil membawa harapan untuk mendapatkan dukungan politik ketika memutuskan untuk bergabung ke Partai Golkar. 

Baca Juga: Nama-nama Tim Independen Yang Mengevaluasi Kinerja Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani

Dukungan itu bisa berupa posisi cawapres pada 2024 ataupun nanti pada kontestasi 2029.

"Tentu saja, harapan Emil ke depannya dapat dukungan politik dari Golkar. Bisa jadi untuk cawapres di Pilpres 2024 ataupun nanti di Pilpres 2029," ungkapnya.

Sedangkan Golkar akan mendapat manfaat efek ekor jas dengan masuknya sosok RK ke partai berlambang beringin itu.

"Dari sisi Golkar, masuknya Emil berpotensi membawa efek ekor jas karena Emil merupakan tokoh paling populer di Jabar dan politisi yang paling populer dalam menggunakan media sosial," pungkasnya.

Load More