Sosok Benny Rhamdani baru-baru ini jadi perbincangan lantaran momen dirinya ketika berbicara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Dalam video yang beredar tersebut, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) ini memberikan saran tak biasa untuk menghadapi anti pemerintah.
Potongan video yang diduga terjadi sebelum acara Nusantara Bersatu dimulai tersebut memperlihatkan Benny meminta izin pada Jokowi untuk menghadapi para anti pemerintah. Setidaknya terdapat 3 cara yang bisa dilakukan menurut Benny.
Cara yang pertama adalah dengan amplifikasi program-program keberhasilan Jokowi. Sementara itu cara kedua dan ketiga terbilang cukup keras.
"Yang kedua, kita gemes pak lawan mereka, kalau mau tempur lapangan kita lebih banyak," tutur Benny seperti dikutip dari video yang diunggah akun Twitter bospurwa.
Bila Jokowi tidak mengizinkan cara tempur ini, Benny meminta agar orang nomor satu di RI tersebut bertindak tegas dengan menegakkan hukum.
"Misalnya seperti mereka yang selama ini mencemarkan nama baik, menyerang pemerintah, adu domba, asut, penyebaran kebencian semua bisa dijerat dengan hukum," paparnya pada Jokowi.
Dirinya kembali menegaskan bila Jokowi harus benar-benar berkomitmen dengan penegakkan hukum agar dirinya dan para relawan tidak habis kesabaran sehingga berani menyerang secara langsung.
Sementara Benny terlihat begitu berapi-api, Jokowi yang duduk di hadapannya nampak bereaksi santai dan menyimak pemaparannya.
Video ini rupanya menggemparkan warganet. Tak sedikit yang menyayangkan tindakan Benny yang dianggap mendukung pemerintahan anti kritik.
Baca Juga: Istri KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI Bukan Orang Sembarangan, Pangkatnya AKBP!
"Miris betul pola pikirnya Kepala BP2MI, dipikirnya kalau orang serang pemerintah sudah pasti 100% benci Jokowi. Di kepalanya "kalau bukan kelompok saya berati musuh saya" dan "masyarakat itu cuma dua tipenya, kalau gak A ya B"," komentar salah satu warganet.
"Pemenang merasa negara ini punya pemenang, lalu yg tidak sependapat dengan pemerintah dianggap lawan. Lucunya orang-orang seperti ini bukan maju malah mundur cara berpikirnya, bukankah kita sepakat dengan DEMOKRASI," tambah warganet yang berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Lomba Pidato Bung Karno 2026 Resmi Digelar, Total Hadiah Capai Rp16 Juta
-
Membaca Indonesia dari Kacamata Orde Baru: Menelusuri Indonesia 1979
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
Berdemokrasi dengan Sehat: Bicara Politik itu Hak Warga Negara
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Mengaku Ketua Panitia, Mahasiswa Unhas Lakukan Pelecehan Seksual Terancam Dipecat
-
Piala Dunia 2026: Hancur di Tangan Prancis, Langkah Irak di Kian Terjepit
-
Anime Horor Yamishibai Season 17 Mulai Tayang Juli, Usung Tema "Keputusan"
-
Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga