Dinar Candy nampaknya memiliki pengalaman buruk kala berpacaran. Melalui akun Tiktoknya, perempuan dengan nama asli Dinar Miswari ini mengingatkan para perempuan agar berhati-hati dalam memilih kekasih, terutama di kota besar.
Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik ini Dinar pun curhat mengenai pasangannya. Sama seperti perempuan lain, ia merasa malu ketika pacarnya digosipkan playboy.
"Aku tuh malu banget atau marah banget ketika pacar aku digosipin kayak 'ih dia itu playboy, banyak ceweknya tau dulu, kayak bekas inilah, itulah'," tuturnya.
Namun tidak hanya itu saja yang membuatnya terganggu. Dinar juga merasa malu bila digosipkan pacaran dengan cowok pelangi alias gay.
"Tapi ada yang lebih malu ampe ke ubun ubun itu ketika 'Eh pacar kamu tu dulu pelangi lo' aku kek malu banget," tambahnya.
Alhasil sejak saat itu, dirinya lebih memperhatikan bagian tertentu dari pasangannya. Bukan penampilan, Dinar Candy mengaku suka mendengarkan suara kentut pacarnya.
Menurut Dinar pria gay bisa ditentukan dari suara kentutnya. Dari suara kentut pula dapat diketahui bila pria tersebut pernah berhubungan badan lewat belakang atau tidak.
"Kalau kentutnya masih 'preet' berarti itu dia belum pernah disodok di belakangnya ges. Tapi kalau kentutnya itu udah kayak 'poh' atau nggak ada suara ketika kentut tiba-tiba bau aja, nah itu harus dipertanyakan guys," ungkap Dinar.
Dinar pun menjelaskan bila kentut tanpa suara ataupun terdengar tanpa hambatan menjadi penanda bila lelaki tersebut pernah berhubungan badan lewat anal. Hal ini lantaran lubang anal dianggap sudah tidak elastis lagi.
Dirinya juga menjelaskan bila pria gay bisa saja berakting mengenai cinta dan nafsu. Sehingga ia kembali mengingatkan para wanita untuk berhati-hati dengan pasangannya.
"Nah makanya guys kalo punya pasangan apalagi di kota besar kalian itu harus benar-benar memilih. Masa iya kita punya pasangan yang udah pernah disodok belakangnya atau yang pernah nyodok belakang orang, cowok, duh," pesannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
6 Olahraga Ringan saat Puasa untuk Jaga Stamina, Tubuh Tetap Sehat Selama Ramadan
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis
-
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026
-
Di Tengah Ramadan: Sekolah Rusak Direnovasi, Ratusan Siswa Sumatra Kembali Belajar Berkat Donasi Ini
-
Pascal Struijk Lebih Pilih Inggris Ketimbang Timnas Indonesia Andai Gagal Bela Belanda
-
Ketika Seragam Mengaburkan Empati: Tragedi Tual dan Psikologi Kekuasaan
-
Jepang Dilarang Iri, Timnas Indonesia Lebih Hebat dari Raksasa Asia dalam Aspek Ini