Bupati Kepulauan Meranti M Adil memberikan pernyataan yang tidak mengenakkan dalam Rapat Koordinasi Nasional terkait Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru, Kamis (9/12/2022) lalu.
Dalam video yang beredar di @lambe_turah, M Adil menyebut," Ini orang keuangan isinya iblis atau setan, hari ini pak saya kejar bapak ke mari, saya mau tahu kejelasannya, apakah APBD 2023 apaka asumsi yang mana? 60 dolar atau 80 dolar."
Pernyataan itu disampaikan di depan pembicara Rakornas, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Lucky Alfirman.
Diduga, M. Aidil menilai pemerintah mengambil minyak di Meranti dan menyerap uangnya. Sementara daerah meranti disebutnya adalah kabupaten miskin.
Pernyataan Bupati Meranti itu langsung ditanggapi Stafsus Menkeu bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo.
Melansir suara.com, Prastowo menilai pernyataan Bupati Meranti itu manupulatif.
"Kasihan publik dikecoh dengan sikap seolah heroik untuk rakyat. Faktanya ini manipulatif. Justru Pusat terus bekerja dalam bingkai konstitusi dan NKRI," kata Yustinus dalam pernyataan, Senin (12/12/2022).
Di dalam Twitternya Prastowo juga menyebut pernyataan Bupati Meranti itu tidak pantas.
"Di saat segenap pegawai @KemenkeuRI bekerja menjalankan amanat UU, pernyataan Bupati Kab Kepulauan Meranti ini tentu amat tidak pantas. Apalagi kapasitasnya sebagai seorang pimpinan daerah, yg seharusnya menjadi pengayom dan teladan," tegas Prastowo.
Baca Juga: Remy Sylado Meninggal Dunia, Berikut Profil dan Prestasinya Selama Hidup
Lebih lanjut, Prastowo meminta M. Adil segera meminta maaf atas pernyataannya itu.
Melihat video, tersebut netizen memberikan beragam komentar. Menariknya ada yang mendukung tindakan pemimpin Meranti ini.
"Buat masukan n introspeksi diri aja buat Kemenkeu... Bapak ini ngomong demikian bukan tanpa sebab kan..," jelas netizen
"Ditunggu di daerah lain pemimpin - pemimpin yg seperti ini, yg ga hanya cuman nurut - nurut sajalah," jelas netizen lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan