/
Senin, 12 Desember 2022 | 11:57 WIB
Bupati Meranti m Adil [instagram]

Bupati Kepulauan Meranti M Adil memberikan pernyataan yang tidak mengenakkan dalam Rapat Koordinasi Nasional terkait Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru, Kamis (9/12/2022) lalu.

Dalam video yang beredar di @lambe_turah, M Adil menyebut," Ini orang keuangan isinya iblis atau setan, hari ini pak saya kejar bapak ke mari, saya mau tahu kejelasannya, apakah APBD 2023 apaka asumsi yang mana? 60 dolar atau 80 dolar."

Pernyataan itu disampaikan di depan pembicara Rakornas, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Lucky Alfirman.

Diduga, M. Aidil menilai pemerintah mengambil minyak di Meranti dan menyerap uangnya. Sementara daerah meranti disebutnya adalah kabupaten miskin.

Pernyataan Bupati Meranti itu langsung ditanggapi Stafsus Menkeu bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo.

Melansir suara.com, Prastowo menilai pernyataan Bupati Meranti itu manupulatif.

"Kasihan publik dikecoh dengan sikap seolah heroik untuk rakyat. Faktanya ini manipulatif. Justru Pusat terus bekerja dalam bingkai konstitusi dan NKRI," kata Yustinus dalam pernyataan, Senin (12/12/2022).

Di dalam Twitternya Prastowo juga menyebut pernyataan Bupati Meranti itu tidak pantas.

"Di saat segenap pegawai @KemenkeuRI bekerja menjalankan amanat UU, pernyataan Bupati Kab Kepulauan Meranti ini tentu amat tidak pantas. Apalagi kapasitasnya sebagai seorang pimpinan daerah, yg seharusnya menjadi pengayom dan teladan," tegas Prastowo.

Baca Juga: Remy Sylado Meninggal Dunia, Berikut Profil dan Prestasinya Selama Hidup

Lebih lanjut, Prastowo meminta M. Adil segera meminta maaf atas pernyataannya itu. 

Melihat video, tersebut netizen memberikan beragam komentar. Menariknya ada yang mendukung tindakan pemimpin Meranti ini.

"Buat masukan n introspeksi diri aja buat Kemenkeu... Bapak ini ngomong demikian bukan tanpa sebab kan..," jelas netizen

"Ditunggu di daerah lain pemimpin - pemimpin yg seperti ini, yg ga hanya cuman nurut - nurut sajalah," jelas netizen lainnya.

Load More