Greta Irene menceritakan masa kecilnya yang sering kali mendapat kekerasan fisik dan verbal dari Papa Gabor. Kakak Laura Anna ini mengungkapkan bahwa sedari kecil, papanya memang suka bermain tangan kepada semua anggota keluarga.
Hal ini dilontarkan oleh Greta Iren saat menjadi bintang tamu di salah satu podcast yang tayang di kanal YouTube Nadia Alaydrus.
"Dulu tuh emang permasalahannya ya itu lah yang kayak ya dia memang main fisik terus verbaly abusive juga. Itu dari dulu, itu udah ada dari kita kecil," kata Greta seperti dikutip Mamagini pada Senin (26/12/2022).
Wanita 23 tahun tersebut mengungkapkan jika dirinya sudah langganan menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh Papa Gabor. Greta Irene menjelaskan bahwa sang papa akan menggunakan barang apa saja yang tampak di mata untuk memukul dirinya ataupun anggota keluarga lain.
"Pernah [dipukul], udah langganan," terang Greta.
Ia blak-blakan mengungkapkan bahwa kejadian tersebut sudah terjadi sejak lama, yakni ketika dirinya baru berusia kurang lebih 5 tahun.
"Tapi dulu pas kecil. ya pokoknya dari kecil lah, dari 4 5 tahun, udah dari kecil banget emang," ujar Greta.
Greta Iren dan keluarga mendiang Laurra Anna belakangan ini sedang ramai diperbincangkan publik. Hal ini lantaran mencuatnya tudingan bahwa keluarga tersebut menelantarkan Papa Gabor.
Tak berselang lama setelah isu tersebut merebak, Greta Iren langsung meluruskan, ia membantah bahwa dirinya dan keluarga menelantarkan sang papa.
Baca Juga: 6 Cara Gunakan Akun PayPal Tanpa Kartu Kredit, Berikut Syarat Lengkapnya
Berita Terkait
-
'Korban Daddy Issue' Greta Irene Ungkap Bucinnya Mendiang Laura Anna Terkait Sikap Buruk Papa Gabor
-
Greta Irene Sebut Papa Gabor Penyebab Laura Anna Bucin ke Gaga Muhammad
-
Kakak Laura Anna Bantah Telantarkan Papa Gabor: Kami Dianiaya
-
'Dikatain Pelacur, Diludahi' Bantah Telantarkan Sang Ayah, Kakak Laura Anna Bongkar Tabiat Buruk Papa Gabor
-
Dituding Telantarkan Papa Gabor setelah Mendiang Laura Anna Meninggal, Greta Iren: Suka KDRT dan Nggak Dikasih Nafkah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel