Dewi Perssik baru-baru ini memberi kabar bahagia mengenai kisah asmaranya. Usai bercerai dengan Angga Wijaya pada Juli tahun lalu, dirinya mendadak mengabarkan bila sudah dilamar oleh seorang pilot.
Mengaku sudah mengenal selama 5 tahun ke belakang, sosok pilot yang melamar Dewi Perssik rupanya bernama Rully.
Sejalan dengan kebahagiaan Dewi Perssik dan status barunya, kabar mengenai masa lalu Rully pun terkuak. Berbagai tudingan miring dialamatkan terlebih mengenai dua pernikahannya yang sebelumnya gagal.
Sempat menuai berbagai tudingan miring, Dewi Perssik akhirnya pasang badan.
Ia pun ikut buka suara mengenai dua pernikahan Rully yang gagal sebelumnya.
Menurut Dewi Perssik, pernikahan pertama Rully gagal lantaran lelaki terebut berselingkuh dengan pramugari.
Namun, ia menyebut bila Rully telah mendapatkan balasannya yakni bercerai dan dijauhkan dengan anak.
"Menelantarkan anak dengan ditutup komunikasinya dengan mantan istri itu beda," ucap Dewi Perssik.
Ia juga membeberkan bila pernikahan kedua Rully gagal lantaran kondisi finansial yang memburuk. Lantaran situasi ini mantan istri Rully memutuskan untuk pergi meski tengah hamil 5 bulan.
"Baru nikah 5 bulan dia meninggalkan mas Rully meski hamil hanya karena pilot tidak terbang, tidak punya duit. Karena waktu Covid-19 tidak ada penerbangan," ungkapnya.
Baca Juga: Terjun ke Politik, Verrell Bramasta Dinyinyir Warganet: Yakin Mampu?
Ia juga menyayangkan tindakan mantan istri Rully yang dianggap tidak bisa menerima suami dalam kondisi buruk.
"Gimana? Apakah seorang istri apalagi sedang hamil meninggalkan suami dalam keadaan ekonomi buruk, itu istri macem apa?" jelasnya.
Penjelasan Dewi Perssik mengenai kondisi calon suaminya ini rupanya menuai kritik dari warganet. Beberapa warganet menyayangkan tindakannya yang terkesan melebihi kapasitas.
"Seharusnya no comment aja, karena kita ga ada di situasi itu. Dan bukan kapasitas kita untuk bicara karena yang tau sebenarnya hanya mereka dan Tuhan. Kalo saya sih lebih memilh diam ya," komentar seorang warganet.
"Terlalu jauh mbak, maaf itu bukan kewenangan Mbak untuk menjelaskan permasalahan rumah tangga ex-nya secara gamblang ke publik. Mudah-mudahan bisa diterima dengan baik sarannya ya," tambah warganet lain.
"Iya setuju, mending Mbak Depe diem dulu lah ga komen apa-apa, soalnya bukan ranah dia dan dia ga di posisi/situasi itu," timpal warganet yang berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan