Perbuatan keji yang dilakukan Mario Dandy terhadap David masih terus ramai diperbincangkan. Buntut dari hal ini, harta kekayaan ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo, jadi sorotan.
Meski Rafael Alun telah dicopot jabatannya sebagai Ditjen Pajak, dan belakangan mengundurkan diri dari pegawai ASN, publik masih menyorot kejanggalan jumlah harta milik ayah Mario Dandy tersebut, yang dinilai cukup fantastis.
Di tengah sorotan tersebut, beredar chat yang diduga dikirim oleh Rafael Trisambodo kepada anaknya.
Diunggah oleh akun gosip Instagram @lambe_danu, Senin (27/2/2023), chat tersebut berisi permintaan Rafael agar anaknya tidak memamerkan harta kekayaan mereka untuk sementara waktu.
"Kuliah pakai grab atau gojek dulu. Hapus foto-foto kamu yang naik Alphard dan Lambo papa. Dibikin privat gembok atau matikan kolom komentar. Hapus juga video-video tiktok waktu liburan sebulan di eropa. Kalau kamu masih sayang papa. Jangan sampai papa di nonjob kan atau bahkan dipindahtugaskan karena kamu atau adikmu pamer," tulis seseorang diduga Rafael Trisambodo dalam pesan tersebut.
Sontak saja unggahan akun instagram tersebut dibanjiri beragam komentar dari warganet.
"Chat si Rafael ke anaknya yang gede ya? Abangnya si Mario bros? Kacian deh papahh… gara-gara anaknya yang tengil, hartanya diusut. Rp 56 miliar aja udah banyak, tapi itu ternyata cuma sebagian kecil hartanya. Masih banyak yang ga terdaftar," komentar seorang warganet.
"Petinggi-petinggi yang korup sekarang lagi suruh anak istrinya jangan pamer dulu, tar ketauan korupnya," timpal warganet yang lain.
"Kalo duit gak halal sih biasanya begitu. Kalo gak anaknya yang bikin masalah, istrinya yang bikin masalah, atau dirinya sendiri yang bermasalah. Balasan itu memang tidak selalu instan, tapi pasti," sentil warganet yang lain.
Baca Juga: Karya Lukis Seniman I Made Sukanadi Dicetak ke Keramik, Begini Penampakannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!