Belakangan ini kasus Mario Dandy yang menganiaya David masih menjadi sorotan publik. Pasalnya, hal itu membuat ayahnya dicabut jabatannya karena ketahuan memiliki jumlah kekayaan yang tidak wajar hingga memakai plat palsu pada beberapa kendaraan mewahnya.
Hal itu pun membuat Kaesang Pangarep ikut kena senggol. Baru-baru ini, ia ditanya oleh salah satu komika alias Marshel Widianto kenapa anak bungsu Presiden Jokowi tak terlihat memanfaatkan power sang ayah.
"Mas Kaesang ini kan keluarga presiden ya, tapi kenapa sih nggak pernah dipakai power-power bapaknya. Padahal kan Mas Kaesang bisa naik mobil mewah. Mobilnya asli platnya palsu kan bisa mas," ucap Marshel Widianto dalam unggahan video @insta_julid, Selasa (28/2/2023).
Dalam unggahan itu Marshel merasa heran dengan Kaesang yang tak mengikuti tren. Slaah satunya tren jadi anak pejabat yang ugal-ugalan.
"Itu kan bisa dilakukan. Kamu kan anak preside mas. Kamu tuh kharismatik ikutin tren-tren yang ada dong. Bapaknya pencitraan anaknya ugal-ugalan. Gitu loh mas, kamu ngelakuin semuanya sendiri, berdikari. Kenapa sih Mas Kaesang ya ampun," kata Marshel penuh sarkas.
Meski tak bisa menahan tawa dengan semua perkataan Marshel. Kaesang Pangarep langsung memberikan jawaban yang menohok.
"Nggak, kamu belum lihat Rubicon-ku aja," pungkas Kaesang Pangarep.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP