Hingga saat ini, tampaknya anak bungsu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Rayyanza Malik Ahmad, masih menjadi bayi seleb yang punya paling banyak penggemar.
Selain lucu dan menggemaskan, kepintaran Rayyanza menangkap segala hal yang diajarkan Sus Rini sang pengasuh menjadikan perkembangannya begitu menarik untuk diikuti.
Pada umur satu tahun, bayi berjulukan Cipung ini sudah tak memakai popok dan hafal serta mampu melafalkan beberapa huruf dalam alfabet.
Di balik kecerdasan Rayyanza, terungkap bahwa ternyata Gigi--sapaan akrab Nagita--sang ibunda memiliki pencapaian akademis yang membanggakan di masa muda, sehingga diduga Cipung mewarisi gen tersebut.
Terlihat dalam video di kanal YouTube VINDES, Senin (10/4/2023), saat ditanya Desta, Gigi mengaku pintar dalam bidang akademis.
Semasa sekolah, kakak Caca Tengker ini selalu mendapat peringkat atas, membuat Desta makin terkagum-kagum.
"Masyaallah," sahut Gigi.
Selepas SMA, Gigi pun sempat mengikuti kelas internasional di Universitas Indonesia (UI), lalu melanjutkan kuliah S1 Akuntansi di Australia sampai lulus.
"Gua di UI dulu, ambil yang kelas internasional, abis itu gua lanjutin di Australia," jelas ibu dua anak ini.
Baca Juga: Daihatsu Torehkan Penjualan Positif di Kuartal Pertama 2023, Market Share Meningkat 21,2 Persen
Kocaknya, Rafathar Malik Ahmad sang putra sulung memiliki pengalaman begitu kontras dari Gigi di sekolah.
Jika Gigi selalu mendapat nilai bagus saat masih sekolah, begitu punya anak, ia malah dibuat syok oleh nilai Rafathar.
"Kelas 2 SD kan, 'Mama, Mama, Aa' dapat nilai 7.' 'Wow, bagus dong.' 'Enggak, dari 22,'" jelas Gigi, tertawa.
Cuplikan video itu kemudian diunggah di TikTok oleh akun @sobatmanfaat_ empat hari lalu. Banyak warganet yang menduga, gen kepintaran Gigi diturunkan pada Rayyanza, sedangkan Rafathar mengikuti kelihaian Raffi dalam bidang olahraga.
"Pantes Cipung pinter banget," tulis warganet.
"Rafathar nurun ke Raffi, lebih ke atlet. Rayyanza nurun ke Gigi pinternya daya tangkapnya," ungkap yang lain.
"Gak heran kalau si Cipung bayik yang cerdas," komentar salah satu netizen.
Ada juga yang menyoroti, "Pantesan Cipung pinter, gen kepintaran kan dari ibu."
"Rafathar itu kayak bapaknya kayknya, keterampilan, kalau si Cipung dari kecil pinter banget bener-bener cepet tanggap," tambah seorang pengguna TikTok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati