Beredar kabar yang menarasikan bahwa para kader senior PDIP kompak membelot untuk mendukung Anies Baswedan karena sudah merasa muak dengan Megawati.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 11,5 ribu pengikut bernama KOPI POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 16 Mei 2023.
"Live Hasil kesepakatan bersama hingga Nia Ramadhani pimpin warga Jabar tolak kedatangan Ganjar" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Rabu (17/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"MUAK DENGAN MEGAWATI !! SENIOR PDIP MEMBELOT DUKUNG ANIES"
Namun begitu, apakah benar para kader senior PDIP kompak membelot untuk mendukung Anies Baswedan karena sudah merasa muak dengan Megawati?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait kader senior PDIP yang kompak membelot untuk mendukung Anies Baswedan.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa kader senior PDIP kompak membelot untuk mendukung Anies Baswedan karena sudah merasa muak dengan Megawati..
Baca Juga: Isi Garasi Menkominfo Johnny G Plate yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi BTS Kominfo
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan para kader senior PDIP kompak membelot untuk mendukung Anies Baswedan karena sudah merasa muak dengan Megawati.
Yang benar adalah, politisi Eva Kusuma Sundari mencalonkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif DPR 2024-2029 melalui partai NasDem. Padahal sebelumnya, Eva Kusuma Sundari merupakan anggota dari PDIP.
Akibat hal tersebut, secara otomatis Eva Kusuma tidak lagi dianggap sebagai anggota PDIP dan dipecat dari partai tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan kader senior PDIP kompak membelot untuk mendukung Anies Baswedan karena sudah merasa muak dengan Megawati. merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Berita Terkait
-
Tangan Diborgol, Menkominfo Johnny G Plate Masih Bisa Senyum saat Jadi Tersangka Korupsi BTS
-
Johnny G Plate Jadi Tersangka Sarat Kepentingan Politis? NasDem: Kita Lihat Nanti
-
Penyidik Geledah Rumah Johnny G Plate Usai Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BTS
-
Satu per Satu Elite Partai Merapat ke NasDem Tower Pasca Johnny G Plate Jadi Tersangka Korupsi BTS
-
Menkominfo Johnny G Plate Jadi Tersangka Korupsi BTS, Eriko PDIP Kasih Jempol untuk Jaksa Agung
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
STOP! Jangan Biarkan Anak Anda Duduk Begini Saat Mudik
-
Rahasia Hutan Ajaib
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda