/
Kamis, 18 Mei 2023 | 17:54 WIB
Cek Fakta: Hasil Visum! Peluru yang Dipakai Tembak Habib Bahar Sama Persis dengan Milik Jenderal Polri Ini, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa hasil visum menunjukkan bahwa peluru yang digunakan untuk menembak Habib Bahar bin Smith sama degan peluru milik seorang Jenderal Polri.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 239 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 18 Mei 2023.

"Hasil VisumPeluru Yang Di Pakai T3mbak Habib Bahar Sama Persis Dengan Milik Jendral Polri Ini" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Kamis (18/5/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"TUNJUKKAN HASIL VISUM KE MEDIA
PENGACARA HABIB BAHAR UNGKAP PELURU YANG DIPAKA SAMA DENGAN MILIK JENDRAL POLRI"

Namun begitu, apakah benar pelaku penembakan telah datang meminta ampunan kepada Habib Bahar?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait hasil visum penembakan Habib Bahar.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa hasil visum menunjukkan bahwa peluru yang digunakan untuk menembak Habib Bahar sama degan peluru milik seorang Jenderal Polri.

Baca Juga: Tokoh Banten Yakin Ganjar Pranowo Menang di Tanah Jawara

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan  peluru yang digunakan untuk menembak Habib Bahar sama degan peluru milik seorang Jenderal Polri

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan peluru yang digunakan menembak Habib Bahar sama degan peluru milik seorang Jenderal Polri merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More