/
Senin, 12 Juni 2023 | 19:46 WIB
pemilu.

Berdasarkan survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bahwa mayoritas masyarakat Indonesia atau sekitar 75 persen masih menginginkan pemilihan umum (pemilu) sistem proporsional terbuka

Hal itu diketahui dari setelah survei SMRC bertajuk “Sikap Publik Terhadap Gugatan Sistem Pemilu” yang digelar pada 30-31 Mei 2023 melalui telepon. 

“Sementara hanya 15 persen warga yang menginginkan sistem proporsional tertutup di mana yang dipilih hanya partai, dan calon anggota DPR yang mewakili partai tersebut ditentukan oleh pimpinan partai. Masih ada 9 persen yang tidak punya sikap,” kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dilansir dari wartaekonomi, 12 Juni 2023.

Dalam 4 kali survei, kata dia masyarakat konsisten memilih sistem pemilu proporsional terbuka ini konsisten.

“Yang menginginkan sistem proporsional terbuka sekitar 71-76 persen, jauh lebih banyak dibanding yang menginginkan proporsional tertutup, 15-19 persen,” ungkapnya.

Lebih jauh Deni menunjukkan bahwa sistem pemilu proporsional terbuka merupakan aspirasi mayoritas di setiap massa pemilih partai, termasuk pada massa pemilih PDIP (69 persen). 

Ada 66 persen pemilih PKB yang lebih menginginkan sistem proporsional terbuka, Gerindra 83 persen, Golkar 71 persen, Nasdem 74 persen, PKS 80 persen, PPP 80 persen, PAN 89 persen, Demokrat 94 persen, dan partai-partai lain 85 persen.

“Usulan sistem pemilu proporsional tertutup bertentangan dengan aspirasi mayoritas pemilih yang lebih menginginkan sistem proporsional terbuka,” jelas Deni.

Baca Juga: Siapa Rahmania Astrini? Dipilih Jadi Special Guest Konser Coldplay di Jakarta

Load More