/
Jum'at, 16 Juni 2023 | 15:22 WIB
TJ Ruth. (https://www.instagram.com/tjgukguk/)

Belum lama ini viral video dua orang pria sengaja melempar anak anjing ke rawa untuk dijadikan umpan buaya. Diketahui tindakan amoral itu terjadi di Kalimantan Utara.

Terkini, dua pria dan perekam yang merupakan pekerja proyek itu sudah mendapat panggilan dan menghadap ke Pertamina.

Viralnya video tersebut langsung menuai perhatian, terutama bagi pencinta hewan. Artis TJ Ruth sebagai pencinta hewan khususnya anjing pun dibuat geram.

Lewat Instagram, ia mengecam tindakan dua pria tersebut yang sengaja melempar anak anjing yang masih hidup. Baginya tindakan itu sama sekali tidak lucu.

"Kalau dari saya sih cuma mau bilang buat bapak-bapak, sepertinya buat bapak-bapak lucu ya apa yang bapak-bapak perbuat sama anjing itu. Begitu bapak tulis di video itu. Enggak apa-apa pak kalau memang bapak-bapak itu sekarang lucu, itu mungkin karena bapak belum pernah merasakan apa yang namanya karma," tulis Ruth pada caption, Kamis (16/6/2023).

Wanita 43 tahun itu menyebut memberi makan buaya bisa dengan hal lain seperti hewan yang sudah tidak bernyawa.

"Perbuatan bapak-bapak kasih makan buaya sih sebenarnya bagus juga, tapi enggak gitu juga pak caranya, bisa pakai yang lain, yang sudah mati kan bisa. Beliin ayam tiren kan bisa. Tapi kayanya niatan sesungguhnya bukan ke situ ya arahnya," bebernya.

TJ Ruth lantas mengingatkan bahwa perbuatan mereka bisa saja akan berbalik ke keluarga bahkan anak cucu mereka.

"Jadi, nanti suatu hari kalau bapak-bapak atau keluarga atau anak cucu bapak-bapak punya kesulitan dalam hidup, apapun bentuknya, ingat apa yang pernah kalian perbuat sama anjing ini ya Pak," imbuhnya.

Baca Juga: Mantan Rektor Unila Karomani Dieksekusi ke Lapas Bandar Lampung

"Bapak-bapak semua bisa banget sih lari dari jerat hukum, tapi enggak bakal bisa lari dari hukuman alam semesta ini. Tunggu waktunya aja yah Pak!" pungkas TJ Ruth.

Dalam video tersebut, dua pria nampak sengaja menggotong anak anjing bersama ke tepi rawa. Pria berseragam merah memegang bagian kepala, sedang yang berseragam biru memegang pantat. Anak anjing itu hanya bisa pasrah tanpa perlawanan.

Pada hitungan ketiga, keduanya melepaskan ayunan tangan sehingga anak anjing tersebut terlempar ke rawa.

Terdengar tawa para pekerja tersebut saat si anak anjing terlihat mencoba berenang ke tepian. Tapi tak lama setelahnya, wujud anjing itu sudah hilang dari permukaan air dan tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Load More