/
Senin, 17 Juli 2023 | 16:03 WIB
Arema FC ketika bertanding lawan Persik Kediri di BRI Liga 1. (Instagram)

Pertandingan BRI Liga 1 2023-2024 antara Persik Kediri dan Arema FC diwarnai kericuhan suporter. Manajemen Arema FC menyampaikan permohonan maaf terkait insiden tersebut.

Wiebie Dwi Andriyas, Manajer Tim Arema FC, menyatakan bahwa kedatangan sejumlah pendukung Arema FC ke Stadion Brawijaya merupakan bentuk dukungan kepada tim mereka dalam laga melawan Persik Kediri.

Terkait regulasi larangan suporter tim tamu, Wiebie menilai perlu ada evaluasi dan adaptasi. Klub akan melakukan sosialisasi, termasuk penjualan tiket secara online, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Manajemen Arema FC juga berterima kasih kepada Kepolisian Resor (Polres) Kediri Kota dan Polres Kediri atas pengamanan dan penanganan korban dalam insiden tersebut.

Pada pertandingan tersebut, kericuhan menyebabkan puluhan suporter diamankan oleh kepolisian dan panitia pelaksana pertandingan. Persik Kediri keluar sebagai pemenang dengan skor 5-2, menduduki peringkat sembilan, sementara Arema FC berada di posisi ke-17 dalam klasemen sementara.

"Jika memang pendukung Arema FC, kami memohon maaf," kata Wiebie dikutip dari Bolatimes.

"Terkait larangan fans tandang sesuai regulasi itu butuh proses, tentunya untuk adaptasi dan kami dari klub akan membantu," katanya.

Load More