/
Kamis, 03 Agustus 2023 | 15:21 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-17 Bima Sakti. (PSSI)

Timnas Indonesia U-17 harus segera melakukan perbaikan setelah mengalami kekalahan dari Barcelona Juvenil A pada pertandingan perdana di ajang International Youth Championship (IYC) 2023.

Dalam pertarungan yang digelar di Stadion Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (2/8/2023), Timnas Indonesia U-17 yang juga dikenal sebagai Garuda United U-17, kalah dengan skor tiga gol tanpa balas dari Barcelona Juvenil A.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti, mengakui bahwa pertandingan ini hanya bertujuan untuk menguji kemampuan anak asuhnya. Oleh karena itu, dia melakukan banyak pergantian pemain selama pertandingan.

"Ini adalah pertandingan pertama kita dan saya ingin mencoba semua pemain," ujar Bima Sakti, dikutip dari Bolatimes.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Frank (konsultan pelatih Timnas U-17), hal ini penting untuk kita sehingga kita lebih memahami tim kita dan mengetahui kelemahan kita," lanjutnya.

Berikut tiga sektor yang perlu diperbaiki oleh Timnas Indonesia U-17 setelah kalah dari Barcelona Juvenil A menurut Bolatimes:

1. Mental Bertanding

Timnas Indonesia U-17 telah mengalami periode lama tanpa pertandingan sejak terakhir kali berpartisipasi dalam Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Oleh karena itu, para pemain menunjukkan penurunan mentalitas dalam pertandingan ini.

Terutama karena mayoritas pemain Timnas Indonesia U-17 tidak terlibat dalam kompetisi secara teratur dengan klub mereka di tingkat usia dini. Akibatnya, mereka menghadapi kesulitan dalam menyamakan level permainan dengan lawan yang secara teratur bermain dalam kompetisi.

Baca Juga: Sosoknya Dikenal Kontroversial, Nikita Mirzani Ternyata Pernah Jadi Santriwati Hampir 3 Tahun

Aspek mentalitas ini menjadi prioritas untuk diperbaiki oleh Timnas Indonesia U-17 jika mereka ingin tampil lebih baik dalam Piala Dunia U-17 2023.

2. Jarak Antarpemain

Dalam pertandingan melawan Barcelona Juvenil A, Timnas Indonesia U-17 cenderung bermain lebih defensif dan kesulitan untuk keluar dari tekanan serangan lawan. Masalahnya terkait dengan jarak yang terlalu jauh antara para pemain Timnas Indonesia U-17 saat melakukan skema build-up.

Jarak yang terlalu lebar menghambat distribusi bola dari pemain satu ke pemain lainnya. Akibatnya, pilihan long-ball yang dipakai juga tidak efektif karena sering dipatahkan oleh pertahanan lawan.

3. Perbaiki Akurasi Operan

Tantangan terbesar bagi pemain Timnas Indonesia U-17 dalam membangun serangan dalam pertandingan ini juga terkait dengan buruknya akurasi operan dari para pemain.

Load More