/
Senin, 07 Agustus 2023 | 21:24 WIB
Potret Muhammad Naufal Zidan [Instagram]

Seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bernama Muhammad Naufal Zidan (19) ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kost di Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat pada Jumat (8/4/2023) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Zidan tewas dibunuh oleh seniornya sendiri yaitu Altafasalya Ardnika Basya (23)

Wakasatreskrim Polres Metro Kota Depok AKP Nirwan Pohan mengatakan mayat Naufal Zidan ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik sampah dua lapis.

Sebelum dibunuh seniornya Altafasalya Ardnika Basya, Naufal Zidan ternyata sempat mengunggah video terakhir di akun Instagramnya pada 17 Juni 2023 lalu.

Dilihat dari unggahan terakhirnya, Naufal Zidan membuat video dirinya tengah menikmati suasana malam di kampusnya. Ia juga menuliskan kata-kata terkait ajakan untuk keluar dari zona nyaman.

"Stepping out of your comfort zone is the key to personal growth. Embrace new challenges and unlock your true potential! (Melangkah keluar dari zona nyaman Anda adalah kunci pertumbuhan pribadi. Rangkullah tantangan baru dan buka potensi sejati Anda)," tulis Naufal Zidan di akun Instagramnya @mnzidan dikutip Mamagini.Suara.com, Senin (7/8/2023).

Unggahan terakhir Naufal Zidan itu dibanjiri ucapan bela sungkawa dan doa dari teman, kerabat hingga netizen.

"RIP , gw ketemu lu pas Final VCT.. Lu asik banget orangnya bang, walau cuma interaksi kecil, gw kaget liat berita tentang lu, yang tenang di sana bang ," ucap akun @the***.

"Rest in peace Zii, gue seneng bangett bisa ketemu sama lo pas konsernya Keshi dan ngomongin Keshi sampe saling spam chatt! gue bakalan kangenn banget - banget sama lo! Baru aja gue liat lo post jadi mentor terus ngedit sampe begadang dan belum ada sebulan ternyata lo ulang tahun yaa? Oh yaa bakalan kangen juga sama postingan lo yang selalu ada lagu Keshinyaa yang ga pernah absen sama sekali! Istirahat yang tenang disana yaa Keshi 2.0 yang baikk dan ramahh banget," kata akun @gun***.

Baca Juga: Menilik Sedekah Serabi Empat Lawang Sumsel, Petanda Budaya Membayar Nazar

"Innailaihi wa innailaihi Raji'un, tau ngga? Baru 2 hari lalu lho aku cerita dengan bangga ke temen kampus klo dulu km keterima UI jalur SNM dari smaku :" Rest in peace Zidan, km akan selalu jd kebanggaan kita semua dari smasa 22 ," papar akun @sto***.

"Ziddd kaget gw, RIP gantengkuuu. Tenang disana zid," kata akun @Haf***.

"Tenang disana pal, lo sahabat gw paling humble and paling gercep kalo di ajak nemenin maen compe, sorry kalau gw ngingkarin janji setelah lu pindah ke depok, Thanks for the memories," papar akun @lyk****.

"Rest in love zidan may Allah grant you jannah my friend, seneng bisa kenalan pas mpk agama ," ungkap akun @arv***.

"Aku ga kenal siapa kamu denger berita di media sedih bgt.. semoga husnul khotimah....," papar akun @rak****.

"Gakenal tp ikut kehilangan dan bersedih ," ungkap akun @ria***.

 "Gue sebagai sepupu Zidan sangat berterima kasih atas seluruh ucapan bela sungkawa yang kalian berikan. Di sini kami sebagai pihak keluarga korban juga memohon bantuan kalian untuk terus mengawal keseluruhan rangkaian kasus ini hingga selesai dengan harapan pelaku dapat dihukum mati. Terima kasih dan mohon doa untuk kelancaran semua proses hukum ini ," ungkap akun @Muc***.

Sebelumnya, Wakasat Reskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan mengatakan beradasarkan pengakuan tersangka, bahwa motif pelaku membunuh karena iri dan ingin menguasai harta korban untuk melunasi utang lantaran terlilit pinjaman online (pinjol).

Kata Nirwan Pohan tersangka mengalami kerugian akibat investasi kripto dan utang pinjol. Total kerugian dari investasi kripto mencapai Rp 80 juta.

"Pengakuannya total hutang sekitar Rp 80 Juta. Pelaku ini bermain kripto itu akhirnya rugi mungkin pinjam sana akhirnya pinjem pinjol, tetapi tidak pada satu orang bukan hanya pinjem pinjol tapi teman-temannya. Kepada korban (pelaku) ada pinjam Rp 200 ribu dan sudah dikembalikan," ujar Nirwan." ujar Nirwan Pohan dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Kompas TV, Senin (7/8/2023).

Selain itu, Nirwan Pohan menyebut pelaku dan korban adalah teman dekat. Pelaku kata Nirwan Pohan mengaku mengetahui persis barang-barang mewah dan isi ATM mililk korban.

Bahkan kata Nirwan Pohan, pelaku mengaku iri dan ingin menguasi harta korban untuk melunasi utangnya. 

"Memang pelaku dan korban berteman dan tahu korban tahu punya barang-barang seperti laptop merek MacBook, iPhone segala macam dan tahu persis bahwa korban baru pulang dari kampung pada hari Minggu," ungka Nirwan Pohan.

"Korban ini ikut juga main investasi gitu, dia lebih banyak berhasil dan mungkin korban dianggap lebih banyak duitnya, jadi (pikir pelaku) dengan menguasai ATM-nya bisa selesaikan utang saya (pelaku). Setelah diambil, dompet diambil dicoba ke ATM karena tidak tahu PIN-nya akhirnya diblok," sambungnya.

Seperti diketahui Muhammad Naufal Zidan (19), mahasiswa Universitas Indonesia (UI) ditemukan tewas di kosannya di wilayah Kukusan, Beji, Kota Depok. Naufal Zidan merupakan mahasiswa Fakultas Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI).

Mayat korban ditemukan dalam kondisi yang mengerikan terbungkus dalam dua lapis plastik sampah hitam di bawah kolong tempat tidur. Kamar tersebut berantakan, tetapi terlihat sudah dibersihkan sebelumnya.

Setelah penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, pelaku Altafasalya Ardnika Basya (23) yang ternyata merupakan senior korban di kampus, berhasil ditangkap dalam waktu 3 jam. Pelaku dan korban merupakan adik kelas satu jurusan di Fakultas Sastra Rusia dan saling mengenal.

Load More