/
Kamis, 10 Agustus 2023 | 10:17 WIB
rocky gerung [youtube]

Politikus Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, menyebut bahwa Rocky Gerung patut di penjara usai menghina Presiden Jokowi dengan kata yang tak pantas.

Meskipun Rocky Gerung sudah meminta maaf, masalah belum dianggap selesai.

"Kali ini, Rocky sudah melampaui batasannya dan wajar dihukum. Itu bukan kritisi, itu ujaran kebencian, itu fitnah. Patut orang ini dipenjara," terangnya, dikutip Kamis (10/8/2023) dalam program Catatan Demokrasi tvOne dengan judul "No Rocky No Party, Usai Sudah Panggung Rocky Gerung?".

Meski tak dapat dijerat pasal penghinaan presiden, menurut Irma, pasal lain dapat digunakan untuk menjerat Rocky. 

Relawan Jokowi semulaingin melaporkan Rocky Gerung dengan pasal penghinaan presiden. Namun, karena pasal itu merupakan delik aduan, hanya Presiden Jokowi sendiri yang bisa melaporkan Rocky. Kini, Rocky dilaporkan dengan dugaan menyebarkan berita bohong.

"Pak Presiden dari awal nggak pernah menggubris karena bukan level beliau. Namun, ini sudah kelewatan. Memecah belah umat, juga memperburuk agama, dan juga menjadi diskursus buruk bagi mahasiswanya. Semua pasal bisa digunakan untuk orang ini," tegasnya.

Lanjut Irma pernyataan Rocky telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Kok enak betul? Cukup dengan maaf. Akibat yang ditimbulkan seperti apa? Kita ini di tahun politik, nggak pantas dia melakukan itu. Harusnya, dalam kontestasi poliitik kali ini, kita harus menyambut dengan riang gembira. Soal siapa yang nanti menang, kita harus dukung. Berikan diskursus yang baik kepada publik," katanya.

Sementara itu, dalam konferensi pers pada Jumat, 4 Agustus 2023 lalu, Rocky Gerung telah meminta maaf usai pernyataan baj*ng*n t*l*l yang disampaikan membuat gaduh. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak menyerang pribadi Jokowi, tetapi mengkritik kebijakan Jokowi sebagai Presiden Indonesia.

Baca Juga: Trik dan Cara Tasya Kamila Atasi Anak Tantrum karena Menyapih: Alihkan dengan Ngobrol dan Nyanyi

"Saya tak mengkritik atau menghina Jokowi sebagai individu," tegas Rocky.

Load More