Tak hanya itu, Konoha juga dikenal dengan desa yang memiliki populasi terbesar dan paling maju dalam serial Naruto.
Karena memiliki banyak kemiripan seperti jumlah populasi hingga jumlah pemimpin, netizen kerap menyebut Indonesia mirip dengan Konoha.
Sedangkan istilah Wakanda yakni merupakan sebuah negara fiksi yang terletak di Afrika Sub-Sahara yang dibuat oleh Marvel Comics. Adapun negara tersebut adalah kampung halaman dari pahlawan super Black Panther.
Demikianlah penjelasan tentang Konoha dan Wakanda, dua istilah yang kerap dijumpai di kolom komentar atau caption di media sosial.
Sebelumnya, saat menjadi dosen tamu di FISIP Indonesia, Anies mengatakan bahwa demokrasi bukan soal Pemilu atau tidak, namun merupakan nilai-nilai yang tumbuh dalam masyarakat tanpa ada rasa takut.
"Demokrasi itu bukan soal ada pemilu atau tidak, tapi demokrasi adalah nilai-nilai yang tumbuh dalam masyarakat dimana aspirasi bisa diproses melalui proses politik tanpa adanya rasa takut tanpa kemudian nantinya bisa menjadi keputusan-keputusan yang dilaksanakan oleh semua dalam kedamaian," ujar Anies yang dikutip Mamagini.Suara.com dalam Youtube Kompas TV, Selasa (29/8/2023).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyinggung budaya berdemokrasi khususnya di media sosial. Bahkan kata Anies, banyak yang menyebut Indonesia dengan nama-nama Aneh yakni Konoha dan Wakanda
"Ini sering kali jadi masalah karena kita menyaksikan di sosial media banyak sekali yang kalau mau nulis itu nyebutnya Konoha, Wakanda. hal ini menunjukan ada self sensorship. Bahkan kemarin ada yang menyebutkan kota yang polusinya paling buruk Lahore, dan lalu mengkritik Kota Lahore habis-habisan," ucap Anies.
Ia pun menyebut hal tersebut sebagai tanda-tanda demokrasi yang tidak sehat.
Baca Juga: Atasi Dampak El Nino, Daerah Diminta Sesuaikan Komoditas Pertanian yang Toleran Kekeringan
"Kenapa? Ini tanda-tanda (Demokrasi) yang tidak sehat, kenapa saya katakan begitu.
Pasalnya kata Anies, terdapat dua sistem politik di dunia yani democratic dan non democratic atau otoriter.
"Yang non demokratik pilarnya adalah fear, rasa takut, yang demokratik pilarnya adalah trust. Sebuah demokrasi mengandalkan keterbukaan, mengandalkan kebebasan dan dibawahnya ada pilar pilar bernama kepercayaan. Kalau non democratic dia mengandalkan fear," papar Anies.
Anies lalu menyebut bahwa non democratic atau rezim otoriter selalu menggunakan rasa takut untuk menjalankan kekuasannya. Ia pun mencontohkan rezim otoriter beberapa negara yang tumbang saat menjalankan kekuasaanya.
"Karena itu perhatikan rezim-rezim otoriter pasti menggunakan rasa takut untuk menjalankan kekuasaannya, begitu rasa takut itu hilang rezimnya tumbang. Arab Spring, Filipina, kemudian Iran, Afrika Utara bahkan ketika transisi di 1997, 1998, itu karena fear, begitu fear itu hilang semua bergerak rezim tumbang," ucap Anies.
Karena itu kata Anies, jika dalam demokrasi ada rasa ketakutan, hal tersebut menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan tanda-tanda demokrasi yang tidak sehat.
Sehingga kebebasan orang berbicara termasuk di media sosial kata Anies harus menjadi prioritas yang harus diperbaiki di tahun 2024 mendatang.
"Ketika dalam demokrasi dan ada ketakutan, sesungguhnya itu tanda-tanda yang tidak sehat. Karena itu harus dikembalikan. Kebebasan berbicara harus menjadi prioritas yang kita bereskan dalam 2024 ke depan, harus," ucap Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup