/
Jum'at, 01 September 2023 | 10:13 WIB
Surya Paloh [tangkapan layar/Youtube]

Koalisi Perubahan saat ini sedang menjadi sorotan publik usai Anies Baswedan dikabarkan akan disandingkan dengan Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 mendatang.

Kabar tersebut membuat partai Demokrat merasa kecewa. Pasalnya, keputusan Muhaimin Iskandar jadi cawapres Anies Baswedan disebut sebagai keputusan sepihak yang tidak melibatkan Demokrat.

Selain itu, Demokrat diketahui menginginkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Anies.

Imbasnya, Demokrat pun diprediksi akan meninggalkan koalisi perubahan.

Terkait hal itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku dirinya tidak gembira jika Partai Demokrat memutuskan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
 
"Saya pasti tidak bergembira menerima suatu kabar seperti itu. Kenapa? karena harapan kita bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama itu pasti sikap NasDem," ungkap Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis malam.
 
Paloh berharap Koalisi Perubahan bisa bertahan dan tidak terpecah untuk menghadapi Tahun Politik 2024.
 
"Insyaallah apa yang terbaik, kenapa kita paksakan bubar kalau memang dia bisa bertahan baik, bagus, berkembang, syukur, apa yang direncanakan bisa tercapai, ini kan suatu ridho yang bagus," katanya.

Load More