Koalisi Perubahan saat ini sedang menjadi sorotan publik usai Anies Baswedan dikabarkan akan disandingkan dengan Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 mendatang.
Kabar tersebut membuat partai Demokrat merasa kecewa. Pasalnya, keputusan Muhaimin Iskandar jadi cawapres Anies Baswedan disebut sebagai keputusan sepihak yang tidak melibatkan Demokrat.
Selain itu, Demokrat diketahui menginginkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Anies.
Imbasnya, Demokrat pun diprediksi akan meninggalkan koalisi perubahan.
Terkait hal itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku dirinya tidak gembira jika Partai Demokrat memutuskan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
"Saya pasti tidak bergembira menerima suatu kabar seperti itu. Kenapa? karena harapan kita bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama itu pasti sikap NasDem," ungkap Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis malam.
Paloh berharap Koalisi Perubahan bisa bertahan dan tidak terpecah untuk menghadapi Tahun Politik 2024.
"Insyaallah apa yang terbaik, kenapa kita paksakan bubar kalau memang dia bisa bertahan baik, bagus, berkembang, syukur, apa yang direncanakan bisa tercapai, ini kan suatu ridho yang bagus," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Gabungan Kekuatan Anies dan Cak Imin: Potensi Kemenangan Kecil?
-
Kecewanya Demokrat Usai Kabar Duet Anies-Cak Imin: Surat Dibongkar, Kader Copot Baliho
-
PKB Dikabarkan Gabung ke NasDem Usai Cak Imin Dipilih Jadi Cawapres Anies, PAN: Ini Bukan karena Kami dan Golkar!
-
Copot Baliho Anies, Demokrat Kabupaten Malang Tegaskan Tetap di Jalur Perubahan
-
Tidak Cacat Hukum, PBB Dorong Yusril Jadi Cawapres Prabowo
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Sudah Seperti Bestie, Istana Ungkap Rahasia di Balik Posisi Duduk Jokowi-Prabowo-Gibran
-
7 Cara Mencuci Sepatu Canvas di Rumah agar Bersih dan Tidak Cepat Rusak
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara
-
Lama Tak Terdengar Kabarnya, Pemain Keturunan Indonesia Ini Bakal Susul Ole Romeny?
-
Hasto Ungkap Alasan Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai Ketimbang Istana
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah
-
Danantara dan BRI Tegaskan Peran Strategis Bangun Ekonomi Indonesia
-
Toyota Siapkan Transmisi Mobil Pengganti Manual
-
Video Viral Pengeroyokan Pelajar SMKN 2 Palembang, Ini 5 Fakta yang Terungkap
-
Digadang-gadang Jadi Surga Dunia, Forest City Malaysia Kini Kota Hantu Markas Para Penipu