Setelah dipilih Anies Baswedan sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya di pemilihan presiden (pilpres) 2024, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin punya PR besar yang harus ia selesaikan.
Pengamat politik Adi Prayitno mengungkap bahwa Cak Imin harus mampu memastikan bahwa pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan basis Nahdliyin memberikan suara kepadanya.
Menurut Adi, PKB merupakan partai yang memiliki kekuatan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dua wilayah di mana Anies Baswedan tak memiliki kekuatan.
Selain itu, PKB juga dinilai mampu mengonsolidasikan kekuatan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdliyin.
"Sesuatu yang kemudian dalam hitungan-hitungan angka itu diyakini mampu memberikan insentif elektoral kepada Anies," kata Adi dalam sebuah pernyataan, Selasa (5/9/2023).
Namun permasalahannya, lanjut Adi, para pemilih PKB terlihat memiliki jarak dengan Cak Imin. Berdasarkan data, hanya 2% konstituen PKB yang memilih Cak Imin.
"Dari 9,6% pemilih PKB itu hanya 1-2% saja yang memilih Muhaimin Iskandar," jelas Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.
"Itu artinya ada sekitar 7% dari orang yang merasa memilih PKB itu akan memilih Muhaimin andai bisa maju di 2024," sambung dia.
Adi kemudian menyorot warga nahdliyin yang memang memiliki kecondongan memilih PKB, namun tidak spesifik menunjuk Muhaimin sebagai pilihannya.
"Begitu pun dengan basis pemilih nahdliyin. Basis pemilih nahdliyin itu memang pilihan politiknya adalah PKB. Tapi ketika bicara tentang capres, mereka tidak memilih Muhaimin Iskandar," ucapnya.
"Oleh karena itu tugas terbesar dari Muhaimin adalah bagaimana mampu mengonsolidasi basis nahdiliyin dan pilihan politik PKB menjadi suaranya Muhaimin Iskandar," pungkas Adi mengenai PR yang harus diemban Cak Imin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League
-
Minuman Berkafein Bukan Solusi Utama Atasi Kelelahan, Ini Cara Tepat Menjaga Energi Tubuh
-
Satire di Balik Tawa: Membaca Indonesia Lewat Buku Esai Lupa Endonesa
-
Kebiasaan Scrolling Media Sosial: Mengapa Anak Muda Jadi Mudah Insecure?
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Klaim Hindari Calo Ilegal
-
Berjudul The One Piece, Anime Versi Remake Akan Tayang 2027 di Netflix
-
3 Mobil Bekas Punya Ground Clearance Tinggi, Suspensi Nyaman di Segala Medan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK