Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membeberkan kriteria calon wakil presiden (Cawapres) Ganjar Pranowo. Hasto menuturkan kriteria cawapres Ganjar yakni harus solid dan memiliki visi misi yang sama
"Yang penting solid, kompak, kemudian memiliki visi-misi yang sama terhadap masa depan. Tanggung jawab yang sama, komitmen juang yang sama, dan saling melengkapi," ujar Hasto yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Kompas TV, Selasa (12/9/2023).
Hasto belum mau membocorkan siapa sosok cawapres Ganjar. Namun kata Hasto, perihal siapa cawapres pendamping Ganjar merupakan kewenangan dari Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
"Secara empiris 2019 itu kan di luar persoalan elektoral tiba-tiba kan muncul KH Maruf Amin. Sebagai suatu kemungkinan, hal itu bisa terjadi. Apakah 2024 ini akan terjadi hal yang sama kita tunggu tanggal mainnya," ucap Hasto.
Hasto mengungkapkan Megawati kini tengah mencermati sosok calon pemimpin yang diam-diam bekerja senyap, membangun kemaslahatan bangsa hingga bekerja profesional tanpa memiliki ambisi.
"Ada yang bekerja keras, ada yang diam-diam bekerja di dalam sunyi, bekerja membangun kemaslahatan bangsa, bekerja dengan profesionalitasnya tanpa berfikir nanti mau jadi apa. Nah, ini yang juga dicermati oleh Bu Mega," ucap Hasto.
"Jadi sosok-sosok yang tidak memiliki ambisi diri bagi diri pribadi bagi kelompoknya, atau bagi kepentingan bisnisnya, tetapi punya dedikasi bagi bangsa dan negara ini juga dicari oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, sehingga ini bisa menjadi elemen of surprise. Tapi ketika itu diumumkan 'Wah ini ternyata orang itu memang tipe-tipe progresif development leader' misalnya, itu juga bisa terjadi," sambungnya.
Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa sangat memungkinkan ada tokoh baru yang muncul untuk menjadi pendamping Ganjar Pranowo menjelang pendaftaran Pilpres 2024.
Adapun kata Hasto, sebanyak lima nama yang sudah masuk bursa cawapres Ganjar yang sebelumnya sudah diungkap yaitu Sandiaga Uno, Andika Perkasa, Erick Thohir, Muhaimin Iskandar dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nama Muhaimin Iskandar sudah dicoret usai menjadi cawapres Anies Baswedan.
"Ya di luar nama-nama survei yang sudah beredar juga bisa muncul suatu tokoh baru. Meskipun nama yang dikerucutkan itu 5, sudah 5 dikerucutkan karena politik ini kan juga ada dinamikanya dan kemudian ada musyawarahnya, ada aspirasi yang tidak terbaca di dalam survei-survei, tetapi sebenarnya merupakan sosok yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Itu juga dimungkinkan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Karhutla Riau Diprediksi Meningkat di Juni 2026 Akibat El Nino
-
Film The Mind Journey, PTBA Dorong Kesadaran Publik tentang Pertambangan Berkelanjutan
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Rekor Project Hail Mary: Debut Box Office Rp1,3 Triliun dan Raih Skor 94 Persen di Rotten Tomatoes
-
Heboh Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 M, Pemprov Kaltim Buka Suara
-
Industri Mobil Listrik VKTR Punya Siapa? Bikin Pabrik Baru di Magelang
-
Subuh Mencekam di Bogor, Ledakan LPG Hantam Sekolah, Pagar Hancur 15 Meter
-
7 Sepatu Running Lokal Model Stylish Bisa Buat Nongkrong, Harga Mulai Rp100 Ribuan
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Sebut Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Ahli Hukum: Tidak Ada Motif Korupsi, Terdakwa Layak Bebas