Keputusan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dalam memanggil pemain untuk skuad nasionalnya telah menjadi sorotan dan perdebatan di kalangan netizen. Namun, pelatih kelas kakap, Rahmad Darmawan, yang akrab disapa RD, memberikan dukungannya kepada Shin Tae-yong, menegaskan bahwa pemanggilan pemain harus berdasarkan kebutuhan tim dan skema permainan, bukan karena tekanan dari publik.
RD, yang saat ini melatih Barito Putera, berbicara tentang pentingnya pengambilan keputusan yang rasional dalam memilih pemain untuk tim nasional. Ia mengungkapkan bahwa jika berada dalam posisi yang sama dengan Shin Tae-yong, ia juga akan memanggil pemain sesuai dengan kebutuhan tim.
"Pemanggilan pemain ke tim nasional sering menjadi perdebatan netizen. Terbaru, ada nama Stefano Lilipaly yang tidak dipanggil meski bermain bagus di kompetisi. Tetapi setiap pelatih mempunyai pandangan yang berbeda dalam menentukan seorang pemain layak atau tidaknya dipanggil ke timnas," kata RD dalam konferensi pers.
Menurut RD, pemanggilan pemain harus disesuaikan dengan skema permainan yang dibuat oleh pelatih, bukan karena tekanan dari luar. Ia menganggap hal ini sebagai suatu hal yang wajar dalam sepak bola.
"Kalau misalnya saya menjadi pelatih timnas Indonesia, saya akan memanggil pemain sesuai dengan kebutuhan timnas dan skema permainan yang saya buat," tambahnya.
Pemilihan pemain untuk tim nasional memang selalu menjadi topik hangat dan diperdebatkan oleh para penggemar sepak bola. Namun, seperti yang diungkapkan oleh RD, keputusan pelatih harus didasarkan pada pertimbangan profesional dan kebutuhan tim, tanpa terpengaruh oleh tekanan dari luar.
Timnas Indonesia saat ini bersiap menghadapi Brunei Darussalam dalam play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 12 dan 17 Oktober mendatang. Indonesia akan menjadi tuan rumah terlebih dahulu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam pertandingan ini. Shin Tae-yong telah memanggil 26 pemain untuk skuad timnas, termasuk sembilan pemain yang berkarier di luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus