/
Rabu, 18 Oktober 2023 | 15:36 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD [Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden]

Sosok Mahfud MD ramai disorot setelah resmi dideklarasikan sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Ganjar Pranowo, Rabu (18/10/2023).

Pria yang sedang menjabat sebagai Menko Polhukam RI itu dikenal memiliki pengalaman lengkap di pemerintahan. Cendekiawan asal Jawa Timur itu pernah menduduki kursi eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Bicara soal Mahfud MD, rupanya ada kisah unik di balik 'MD' pada nama belakangnya. 'MD' tersebut rupanya bukanlah sebuah gelar maupun nama asli. 

Dalam wawancaranya dengan Alvin Adam, pria bernama lengkap Mohammad Mahfud Mahmodin itu menceritikan awal mula tambahan ;MD' di namanya.

Rupanya, kisah itu bermula dari kebutuhan presensi di sekolahnya dahulu. Saat itu di kelasnya terdapat beberapa murid yang bernama Mahfud.

Untuk membedakan, wali kelas pun meminta agar di belakang nama Mahfud diberi abjad berbeda. Awalnya mantan ketua MK itu dipanggil dengan 'Mahfud B'.

Seminggu setelahnya, sang wali kelas tidak sreg dengan tambahan abjad itu, sehingga meminta mereka menambahkan nama ayah saja. Tapi sepekan kemudian, Mahfud MD minta panggilannya diganti lagi.

"Saya Mahfud Mahmodin, setelah satu minggu saya yang ndak enak. Namanya begini ya nggak keren, usul ke guru 'Mahmodin ganti MD' gitu," bebernya, dikutip dari Shorts YouTube @officialiNews.

Tapi rupanya dari semula tambahan MD hanya dipakai untuk keperluan presensi, jadi terbawa sampai penulisan nama di ijazah. Alhasil, ia dikenal sebagai Mahfud MD sampai sekarang. 

Baca Juga: Profil Timnas Irak, Ujian Pertama Indonesia di Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026

"Lupa kalau itu tambahan, sehingga ditulis di ijazah tahun 70-an awal, nggak bisa diganti," beber Mahfud MD.

Load More