Sosok Mahfud MD ramai disorot setelah resmi dideklarasikan sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Ganjar Pranowo, Rabu (18/10/2023).
Pria yang sedang menjabat sebagai Menko Polhukam RI itu dikenal memiliki pengalaman lengkap di pemerintahan. Cendekiawan asal Jawa Timur itu pernah menduduki kursi eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Bicara soal Mahfud MD, rupanya ada kisah unik di balik 'MD' pada nama belakangnya. 'MD' tersebut rupanya bukanlah sebuah gelar maupun nama asli.
Dalam wawancaranya dengan Alvin Adam, pria bernama lengkap Mohammad Mahfud Mahmodin itu menceritikan awal mula tambahan ;MD' di namanya.
Rupanya, kisah itu bermula dari kebutuhan presensi di sekolahnya dahulu. Saat itu di kelasnya terdapat beberapa murid yang bernama Mahfud.
Untuk membedakan, wali kelas pun meminta agar di belakang nama Mahfud diberi abjad berbeda. Awalnya mantan ketua MK itu dipanggil dengan 'Mahfud B'.
Seminggu setelahnya, sang wali kelas tidak sreg dengan tambahan abjad itu, sehingga meminta mereka menambahkan nama ayah saja. Tapi sepekan kemudian, Mahfud MD minta panggilannya diganti lagi.
"Saya Mahfud Mahmodin, setelah satu minggu saya yang ndak enak. Namanya begini ya nggak keren, usul ke guru 'Mahmodin ganti MD' gitu," bebernya, dikutip dari Shorts YouTube @officialiNews.
Tapi rupanya dari semula tambahan MD hanya dipakai untuk keperluan presensi, jadi terbawa sampai penulisan nama di ijazah. Alhasil, ia dikenal sebagai Mahfud MD sampai sekarang.
Baca Juga: Profil Timnas Irak, Ujian Pertama Indonesia di Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026
"Lupa kalau itu tambahan, sehingga ditulis di ijazah tahun 70-an awal, nggak bisa diganti," beber Mahfud MD.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Mengundurkan Diri dari Kursi Menteri, Mahfud MD Ngaku Bakal Ambil Cuti Saat Kampanye Cawapres
-
Harta Kekayaan Mahfud MD Hampir Rp 30 Miliar: Ada Aset Tanah dan Bangunan Hingga Mobil Alphard
-
Minta Jurnalis Tanyakan ke Jokowi Arah Dukungannya di Pilpres 2024, Puan Maharani: Saya Juga Mau Tahu Jawabannya
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
Terkini
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
32 Kode Redeem FC Mobile 5 Maret 2026: Panen 15 Ribu Gems dan Legenda Gratis
-
Moral Abu-Abu dan Kekerasan: Membaca Thriller Gelap dalam Sudut Mati
-
The Hitman's Bodyguard: Duet Kacau Ryan Reynold dan Samule L Jakcson, Malam Ini di Trans TV
-
Curi Poin di JIS, Rivaldo Pakpahan Yakin Borneo FC Masih di Jalur Juara Super League
-
Arab Saudi Beri Perpanjangan Visa Gratis bagi Jemaah Umrah RI yang Terkendala Pulang
-
Harga Tiket Playoff Piala Dunia 2026 di Meksiko Anjlok Parah, Cuma Dibandrol Rp190 Ribu
-
Jalankan Instruksi Zulhas, Fraksi PAN DPR Gelar Aksi Sosial Selama Ramadan
-
8 Rekomendasi Baju Lebaran Wanita Brand Lokal, dari Elegan Hingga Minimalis
-
Eligible Bela Timnas Tanpa Naturalisasi, Pemain Keturunan Rp 6,08 Miliar Dijagokan ke Raksasa Eropa