News / Internasional
Senin, 15 Juni 2026 | 10:22 WIB
ILUSTRASI Pasar keuangan
Baca 10 detik
  • Kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran sukses membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

  • Bursa saham Asia meroket tajam dipimpin lompatan historis indeks Nikkei Jepang sebesar 5,4 persen.

  • Harga minyak mentah dunia langsung anjlok seiring jaminan pulihnya pasokan energi global.

Suara.com - Angin segar diplomasi internasional langsung memicu gairah besar di pasar keuangan kawasan Asia pada perdagangan Senin pagi.

Langkah taktis Amerika Serikat dan Iran menyepakati penghentian konflik bersenjata menjadi motor utama lonjakan indeks saham.

Keputusan krusial ini memutus rantai kecemasan global dengan menjamin pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Sentimen positif tersebut seketika memicu aksi beli masif hingga mendongkrak performa seluruh bursa utama regional.

Indeks Hang Seng di Hong Kong dan Shanghai Composite di China kompak melaju signifikan dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,2 persen hingga pukul 10.15 waktu setempat.

Lonjakan paling fantastis terjadi di Tokyo saat indeks acuan Nikkei 225 meroket 5,4 persen sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Kondisi serupa melanda bursa Korea Selatan yang memperlihatkan indeks Kospi melambung tinggi hingga menyentuh angka 5 persen.

Sebaliknya, prospek kelancaran pasokan energi dari Timur Tengah justru memberikan tekanan berat pada sektor komoditas dunia.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) perdagangan berjangka AS merosot 4,8 persen, sementara varian Brent rontok 4 persen.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply

Pergerakan kontras ini terjadi setelah Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan pembebasan blokade armada laut di wilayah Iran.

Meskipun rincian klausul perdamaian belum dirilis menyeluruh, otoritas Teheran memastikan penandatanganan resmi akan digelar di Swiss pada Jumat ini.

Sebelum titik temu ini tercapai, volatilitas ekstrem terus mengombang-ambingkan pasar saham dan harga minyak mentah global akibat fluktuasi negosiasi.

Konflik berkepanjangan kedua negara tersebut sebelumnya sempat melumpuhkan hampir seperlima dari total volume distribusi minyak bumi dunia.

Kondisi mencekam itu sempat memicu kelangkaan energi akut yang mengancam stabilitas finansial dan pertumbuhan ekonomi negara-negara importir.

Asia menjadi kawasan yang paling rentan terpukul mengingat tingginya angka ketergantungan manufaktur mereka terhadap pasokan Timur Tengah.

Penutupan Selat Hormuz terbukti menyumbat distribusi komoditas vital yang dibutuhkan untuk industri teknologi tinggi serta sektor pertanian.

Kendati ketegangan mereda, para pengamat memperingatkan bahwa pemulihan total aktivitas perdagangan tidak dapat terjadi dalam sekejap mata.

Sejumlah analis memproyeksikan butuh waktu berbulan-bulan agar arus logistik kembali normal seperti sedia kala sebelum perang pecah.

Load More