Ria Ricis, atau yang memiliki nama lengkap Ria Yunita, bukan hanya dikenal sebagai selebgram berhijab yang menghibur, tetapi juga sebagai seorang YouTuber kondang di Indonesia. Berikut adalah beberapa fakta unik mengenai channel YouTube Ria Ricis, menurut data dari Social Blade:
1. Awal Karir di Instagram
Ria Ricis terkenal di dunia maya melalui Instagram, di mana kepopulerannya mulai meroket saat berusia 20 tahun. Tingkah lakunya yang atraktif, lucu, dan imut membuatnya menjadi selebgram yang digemari banyak pengikut.
2. Ekspansi ke YouTube pada Tahun 2016
Pada tahun 2016, Ria Ricis mulai merambah dunia YouTube. Channel-nya tidak hanya berisi vlog, tetapi juga video review tentang mainan anak-anak yang sedang tren, seperti squishy, yang memiliki tekstur lembut atau kenyal.
Kapan akun Youtube Ria Ricis Dibuat? Channel YouTube Ricis Official resmi dibuat pada 15 Januari 2016. Sejak itu, ia terus mengembangkan kontennya, menarik jutaan penonton dengan video-video kreatif dan menghibur.
4. Statistik Penggunaan Channel
Hingga saat ini, Ria Ricis telah mengunggah sebanyak 3,409 video di channel YouTube-nya. Dengan jumlah subscriber mencapai 40.2 juta dan total penayangan video mencapai 6,811,702,060, channel ini menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia.
Baca Juga: Jelang Perempat Final, Tiket Piala Dunia U-17 Sudah Laku Segini
5. Posisi Kedua Setelah Jess No Limit
Channel YouTube Ria Ricis memiliki posisi sebagai channel dengan jumlah pelanggan terbanyak kedua di Indonesia, setelah Jess No Limit. Keberhasilannya dalam menarik perhatian penonton menjadikan channel ini sebagai salah satu yang paling berpengaruh di platform YouTube.
6. Penurunan Subscribers
Meskipun sangat populer, dalam 30 hari terakhir, channel YouTube Ria Ricis mengalami penurunan jumlah pelanggan sebesar 33.3%, atau sekitar 1.2 juta. Hal ini menjadi sorotan, dan mungkin menjadi fokus Ria Ricis untuk terus memberikan konten yang menarik dan menghibur demi mempertahankan dan meningkatkan basis penggemarnya.
Dengan prestasinya yang luar biasa di dunia digital, Ria Ricis terus menjadi ikon hiburan di Indonesia dengan eksplorasi kreatifnya di platform YouTube.
Berita Terkait
-
Agak Mubazir, Ternyata Ini Motivasi Awal Teuku Ryan Ambil Studi S2
-
Benarkah Ria Ricis Bosan dengan Teuku Ryan?
-
Pengakuan Ria Ricis Sudah Bosan dengan Teuku Ryan Diungkit Jedar, Bagaimana Reaksinya?
-
Dibilang Cuma Numpang Hidup ke Ria Ricis, Teuku Ryan Singgung Soal Penyakit Ain
-
Teuku Ryan Tanggapi Soal Ria Ricis yang Hapus Foto Bersama di IG: Insya Allah Semuanya Aman
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
PNM Mekaar Jadi Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah di Tepian Indonesia
-
Kejagung Akan Buktikan Kepemilikan Emas 74 Kg yang Disita dari Rumah Febrie Adriansyah
-
Karhutla Meluas di Ogan Ilir, Petugas Berjibaku Cegah Api Membesar
-
Membaca Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Bahasa yang Mencerminkan Pikiran
-
Kenapa Zodiak Gemini Sering Dianggap Dua Muka?
-
Bukan Terbakar: Terungkap Misteri Penyebab Tewasnya Korban KMP Mutiara Sentosa 2
-
HP Midrange Apa yang Bagus? Ini 3 Rekomendasi Terbaik Saingi Flagship Sesuai Review
-
Amankan Dapur 2.180 Pegawai, Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Rp8,6 Miliar Gaji PPPK Tiap Bulan
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda
-
Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas