Transformasi Ayu Azhari dari artis yang pada eranya dikenal sebagai bom seks dan kini sangat Islami, tentu membuat banyak orang turut bergembira.
Namun, ada suatu waktu, Ayu Azhari sempat dituding sebagai pendukung Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI, yang sudah ditetapkan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah.
Hal tersebut bermula ketika Ayu Azhari mengunggah foto bendera Tauhid, yang oleh banyak warganet dianggap sebagai bendera HTI.
Namun, Ayu Azhari ketika itu langsung memberikan respons terhadap tudingan-tudingan tersebut.
“Masyaallah. Postingan saya itu adalah doa dan harapan seorang ibu yang yakin anak-anaknya adalah titipan Allah dan mendoakan agar kehidupannya jauh lebih baik dan mulia dari kehidupan ibunya menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah sesuai dengan agama yang saya yakini,” jawab Ayu Azhari pada kolom komentar Instagram pribadinya.
Dikutip Suara Manado, Jumat (25/11/2022), Ayu Azhari mengatakan, bendera Tauhid itu diunggahnya sebagai simbolisasi harapan agar putra-putrinya kelak menjadi muslim yang baik, berdakwah ke penjuru dunia—terutama Amerika Serikat dan Eropa.
“Dan bisa berjuang kelak bila diizinkan Allah karena mereka ada dwi-kewarganegaraan. Yang US Citizen maupun EU citizen semoga bisa menjadi muslim dan muslimah yang membawa kedamaian untuk orang banyak sesuai dengan agama islam yang tertulis di Alquran agama yang rahmatal lil alamin,” tulis Ayu Azhari.
Meski begitu, Ayu Azhari saat itu justru dengan rendah hati meminta maaf kalau unggahannya itu membuat sejumlah pihak tersinggung.
“Kenapa banyak komentarnya jadi baper begitu ya. Mohon maaf kalau yang tidak berkenan dengan doa dan harapan saya sesuai agama saya mengusik perasaan anda. Itu bukan niatan saya,” tulis Ayu Azhari.
Baca Juga: Undangan Pernikahan Kaesang Pengarep-Erina Gudono 11 Desember 2022, Gagal Tanggal 10 Desember?
Unggahan yang disoal itu adalah, foto Isabelle Tramp dan Lennon Tramp—yakni anak-anak Ayu Azhari—berpose sembari memegang bendera mirip HTI.
Foto itu diunggah Ayu Azhari tanggal 2 Desember 2018. Saat itu, ada gelombang demonstrasi 212 dari kelompok FPI.
Berita Terkait
-
Suaminya Masih Rahasia, Ternyata Ini Ketakutan Terbesar Sarah Azhari
-
Ayu Azhari Dulu Risih Disebut Artis Bom Seks, Sang Ayah yang Memberi Nasihat
-
Ayu Azhari, Dulu Dikenal sebagai Bom Seks Film Indonesia, Kini Pecinta Habaib
-
Beda dari Ayu Azhari, Sang Adik Sarah Azhari Tak Mau Berjilbab karena Prinsip Ini
-
Untuk Urusan Satu Ini Sarah Azhari Tak Mau Terlalu Terbuka, Takut Timbulkan Fitnah Katanya
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan!
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia