Ada yang berbeda di persidangan pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Putri Candrawathi beberapa waktu belakangan. Sebab Jaksa Erna Normawati tampak tidak hadir di agenda tersebut.
Sebagai pengingat, Erna Normawati adalah salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditunjuk Kejaksaan Agung untuk menangani perkara Putri.
Sosoknya mencuri perhatian publik karena begitu garang dan berapi-api ketika menolak eksepsi Putri. Tak pelak Erna dianggap sebagai sosok jaksa tegas serta sesuai dengan harapan masyarakat.
Karena itulah, ketidakhadiran Erna di beberapa persidangan belakangan menuai banyak tanda tanya publik. Pertanyaan itu akhirnya dijawab oleh Kejagung, sebagaimana diberitakan di video unggahan kanal YouTube Tribunnews.
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana, membenarkan bahwa Erna tidak lagi tampil di sidang Putri. Namun ia memastikan hal ini tidak perlu dipersepsikan negatif.
Pasalnya Erna ternyata memang dipindah untuk mengerjakan perkara yang dinilai jauh lebih penting. "Iya betul, kalau ada pekerjaan yang lebih penting, tentunya kita rolling," tutur Ketut kepada KOMPASTV, dikutip pada Sabtu (26/11/2022).
Ketut juga menanggapi harapan keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat supaya Erna kembali dihadirkan di persidangan. Ketut menegaskan penunjukan JPU yang bertugas disesuaikan dengan kemampuan serta keahlian mereka, alih-alih berdasarkan tuntutan atau permintaan pihak tertentu.
"Orang-orang ini yang ditunjuk punya kapasitas kemampuan, keahlian yang berbeda-beda. Pimpinan lebih tahu berdasarkan evaluasi," tegas Ketut.
Sebelumnya penasihat hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, mengungkap harapan kliennya supaya Jaksa Erna kembali dihadirkan di persidangan.
Keluarga Brigadir J rupanya sangat mengapresiasi cara Jaksa Erna menangani perkara di sidang Putri. Hal ini Martin sampaikan di program Satu Meja The Forum bersama Budiman Tanuredjo.
"Kita butuh ketegasan dari jaksa penuntut umum, khususnya Jaksa yang katanya, informasinya, dikeluarkan ya. Kalau memang beneran dikeluarkan ya, Ibu ini (Erna Normawati), harus dimasukkan kembali karena keluarganya sangat mengapresiasi bagaimana cara berperkara," ungkap Martin.
"Karena jaksa tersebut sangat berempati dan mewakili apa isi hati dari keluarga korban pada saat memeriksa saksi dan juga menjalani persidangan," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Ferdy Sambo Sebut Putri Candrawathi Tak Patuh, Apa Saja Penyebab Istri Ngeyel ke Suami?
-
Pentingnya DVR CCTV Ungkap Skenario Sambo vs Detik-detik Pembunuhan Brigadir J
-
Ferdy Sambo Sebut Putri Candrawathi Istri Tak Patuh, Hanya Karena Hal Ini
-
Ferdy Sambo Sebut Putri Candrawathi Kena Covid-19 Karena Tidak Patuh, Ingat Lagi Prokes di Keramaian!
-
CEK FAKTA: Licik, Putri Candrawathi Ternyata Pura-pura Positif Covid-19 Atas Arahan Febri Diansyah, Benarkah?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan