Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung memang dikenal sering kali melemparkan kritik ke pemerintah.
Bukan hanya ke pemerintah Jokowi, tapi juga ke pemerintah-pemerintah yang terdahulu.
"Saya mengkritik Soeharto, lalu diganti dengan Habibie juga, lalu Gus Dur," ungkap Rocky Gerung dalam video yang diunggah di Kanal YouTube Refly Harun.
Rocky Gerung mengklaim bahwa meskipun Gus Dur dianggap teman diskusi, namun dia tetap memberi kritik terhadap pemerintahan Gus Dur.
"Gus Dur itu teman saya, teman diskusi suatu waktu, Gus Dur beremu dengan Tommy Soeharto di Hotel Borobudur, saya bicara turunkan Gus Dur, karena belum apa-apa sudah betemu dengan Tommy Soeharto," kata Rocky.
Kendati mengkritisi banyak presiden, Rocky Gerung menyebutkan bahwa dia tak memberikan kritik pada Megawati.
"Gus Dur diganti Mega, saya enggak kritik Ibu Mega itu karena saya enggak tahu mau saya kritik apa kepada Ibu Mega," ujar Rocky Gerung.
"Saya enggak ngerti kebijakannya apa, saya kan hanya mengkritik kebijakan," tambahnya.
Lebih lanjut Rocky menyebutkan bahwa dia juga memberi kritikan pada Presiden SBY meskipun keduanya merupakan teman.
Baca Juga: Sudahi Euforia Kemenangan atas Argentina, Pelatih Arab Saudi Fokus Hadapi Polandia
"SBY teman diskusi saya sekarang, begitu ada buku baru dia undang saya buat diskusi, dulu saya kritik saya kasih pidato hanya untuk menghajar SBY," kenang Rocky Gerung.
Rocky Gerung di era Presiden Joko Widodo juga diknal sering mengkritisi Jokowi. Meskipun begitu, Rocky menyebutkan bahwa dia tidak anti dengan negara, dia hanya memberikan sumbangsih pemikiran.
"Periode pertama saya membantu kasih konsep pada Jokowi tentang pluralisme, empat tahun saya juga mengajar di Megawati Institute saya dosen, saya kasih kuiah di Lemhanas, saya kasih kuliah di sekolah pimpinan pentinggi polri, di Sesko TNI di Bandung," ujar Rocky.
"Saya enggak memusihi negara, saya menyumbng pikiran untuk negara."
Berita Terkait
-
'Dia Merasa Ditikam' Terkuak Dua Pejabat Masuk Blacklist Megawati, Jabat Tangan pun Ogah!
-
Rocky Gerung Sebut Jokowi Kumpulkan Relawan di GBK Karena Ketar-ketir Lihat Blusukan Anies, Aminuddin: Selalu Suudzon
-
Sosok Intelijen di Balik Suksesi Politik Megawati, Pernah Jadi Orang Jokowi, Kini Mertua Petinggi TNI
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Dukung Asta Cita Presiden, Pemkab Bogor Percepat Operasional 189 Koperasi Merah Putih
-
Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel
-
Napi Korupsi 'Nyanyi', Pejabat Lapas Blitar Terseret Pusaran Jual Beli Sel Senilai Rp60 Juta
-
CIX Umumkan Bubar usai 7 Tahun Bersama, Seluruh Member Tinggalkan Agensi
-
BRI Youth Champion League Semarang Goes to Barcelona: Ajang Unjuk Gigi Generasi Muda Menuju Dunia
-
Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan
-
Sosok Dan Darmawan, Musisi Lokal yang Namanya Mencuat di Tengah Kasus Penyanyi D4vd
-
Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?
-
4 Pemain Persija Jakarta Dipanggil TC Timnas Indonesia, Ini Pesan Mauricio Souza
-
Imbas Langgar Protokol Istana, Maia Estianty dan Suami Dikira Prabowo Orangtua Syifa Hadju