Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membagikan postingan foto di media sosial Instagram miliknya. Foto tersebut tampak berbeda seperti biasa diunggah Ganjar.
Dalam postingan dengan nama pengguna @ganjar_pranowo, terlihat sosok Ganjar memakai baju kaos abu-abu kemudian ditangkap menggunakan kemeja berwarna putih tulang, dalam keadaan tidak dikancing.
Ganjar tampak tersenyum lebar namun tidak menghadap ke arah kamera. Yang paling mencuri perhatian adalah bagian rambut khas Ganjar yang tidak lagi putih, melainkan berganti hitam.
"Cukur..Kamu punya tips merawat wajah & rambut?," cuit narasi pada unggahan dikutip pada Minggu, (27/11/2022).
Hingga artikel ini ditulis tidak ada keterangan kapan foto Ganjar Pranowo tersebut diambil. Namun foto yang diunggah itu disinyalir ada kaitanya dengan pernyataan Presiden Jokowi soal tips memilih pemimpin.
Sebagaimana diketahui, nama Ganjar Pranowo digadang-gadang akan maju sebagai salah satu capres 2024. Meski sampai saat ini PDIP belum memberikan sobekan tiketnya kepada Ganjar.
Kriteria yang disebutkan Jokowi soal calon presiden yang akan datang yaitu terdapat kerutan pada wajah dan juga berambut putih. Banyak yang menilai bahwa sosok itu adalah Ganjar.
Namun dengan munculnya postingan Ganjar, dapat merubah dugaan yang berhembus di jagat media sosial. Warganet langsung membanjiri Instagram Ganjar tersebut.
"Aduh berarti kode kemarin keliru...tak pikir kode pak pres buat pak Ganjar..lha saiki rambutnya pak Ganjar hitam..berarti kodenya untuk pak bas kemenpupr," kata warganet.
"Ada upaya menghilangkan jejak. Takut dijadikan barang bukti," ujar neter.
"Pak Ganjar ya, bapak jangan lari dari kenyataan pak. Kalau sudah dikasih kode, maju terus. Pak masyarakat sekarang semakin bijak menentukan pilihan... & kriteria masyarakat sudah melekat dalam diri bapak," cuit publik.
"Jangan disemir pak, kemarin soalnya disebut yang rambut putih lho," ujar netizen.
"Nggak ada kerutan di wajah, rambutnya hitam kelam. Fix bukan kategori pemimpin pilihan pak De," tutur warga.
Berita Terkait
-
Resmi Dirilis, Ini 20 Proyek Terbaru GMMTV 2023 yang Diumumkan dalam GMMTV Diversely Yours
-
Ada Kereta Anjlok Di Kampung Bandan, Simak Rekayasa Pola Operasi KRL Di Sini
-
Haru Campur Menggemaskan, Mitchell Duke Lakukan 'J Sign' dengan Sang Anak Usai Cetak Gol ke Gawang Tunisia
-
Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Pecandu Rokok Beralih dari Kebiasaan Merokok
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar
-
Sinopsis The House of the Spirits, Kisah 3 Wanita Tangguh di Keluarga Patriarki
-
Hidupkan Car Free Night Palembang, Bank Sumsel Babel Percantik Pedestrian Atmo Lewat CSR