Video klarifikasi Syahnaz Sadiqah mengenai kasus perselingkuhannya dengan Rendy Kjaernett beredar luas di media sosial. Didampingi suaminya, Jeje Govinda, Syahnaz meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat skandalnya dengan Rendy Kjaernett.
"Aku menyesal pasti. Menyesal banget atas yang sudah terjadi semua. Mungkin aku kemarin kurang menghargai, kurang bersyukur sudah dikasih keluarga yang baik, suami yang baik kayak kamu (Jeje Govinda).
Selanjutnya Syahnaz Sadiqah menyampaikan permintaan maafnya kepada Jejej Govinda, sekaligus berteima kasih karena tidka meninggalkan dirinya.
"Nggak ada kata-kata lain selain menyesal, maaf, dan terima kasih. terima kasih kamu nggak ninggalin aku, susah seneng bareng- bareng," ucap Syahnaz.
Terakhir, Syahnaz berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan berharap menjadi istir dan ibu yang lebih baik lagi," tutup Syahnaz.
Sementara Jeje Govinda, berusaha menjelaskan kepada publik kalau sejak isu persleingkuhan Syahnaz dan Rendy Kjaernett mengemuka, ia dan keluarga telah membahasnya dan berusaha mencari jalan keluar.
"Gue sama Nanas menyelesaikan internal dnegan cara terbaik buat keluarga gue. Dari awal kita komitmen kalo ada masalah diselesaikan berdua. Bahkan kalau perlu keluarga nggak perlu tau," tambah Jeje.
"Gue akan lindungin Nanas. Biar bagaiman pun Nnas adalah ibu dari anak anak," tegas Jeje lagi.
Pernyataan terakhir Jeje Govinda semakin menegaskan kalau ia masih akan mempertahankan rumah tangganya Syahnaz Sadiqah meskipun telah diselingkuhi berulang kali.
Keterang itu pula yang membuat Jeje banjir hujatan di media sosial.
Baca Juga: Mantan Pacar Sebut Syahnaz Sadiqah Kena Karma
"Aneh. Kenapa gak bini lu aja yang ngomong? Kenapa harus lu yg ngomong? Kan pelakunya dia. Lu ngebela istri lu yang udah jelas banget salah. Itu udah nandain kalo lu itu gak gentle bro. Cemen lu jadi laki," tulis seorang netizen.
"Kalau saya seperti Jeje tentu tidak akan terima dan mungkin KDRT setelah itu cereai/talak 3. Kenapa demikian karena bukan cuma sekali tapi berulang kali. Dan si kembar akan di selamatkan agar jangan sampai tertular," timpal netizen lain.
"Baru kali ini lihat laki-laki diselingkuhi sampe begitu keterlaluannya tapi memaafkan. Biasanya langsung murka. Ini sih lebih ke pemaaf atau gak punya harga diri ya?," pungkas seorang warganet yang kecewa dengan sikap Jeje.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan