/
Selasa, 31 Mei 2022 | 19:19 WIB
suara.com

Metro,Suara.com -Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, ada sekitar 1,7 juta anak Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap sejak tahun 2019 hingga 2021. 

Menurutnya imunisasi dasar lengkap merupakan bentuk perlindungan bagi kesehatan anak. Sayangnya karena pandemi Covid-19, jumlah anak yang melakukan imunisasi dasar lengkap menurun drastis.

“Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, ada sekitar 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama periode 2019-2021 atau selama masa pandemi COVID-19 itu berlangsung. Ini sangat berbahaya,” kata Reisa dikutip dari ANTARA.

Reisa menuturkan kondisi tersebut sangat membahayakan kesehatan anak-anak bangsa karena dapat memunculkan wabah baru atau mengakibatkan kefatalan seperti kematian. Ditambah lagi, banyak penyakit-penyakit yang mulai bermunculan kembali di sekitar anak-anak. Seperti penyakit Tuberkulosis (TBC), campak, rubella, hepatitis, difteri, polio hingga meningitis.

“Makanya, penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau istilahnya kita sebut dengan PD3I ini sebenarnya dapat kita cegah dengan memberikan imunisasi,” ucap i Duta Adaptasi Kebiasaan Baru itu.

Reisa juga menekankan setiap orang tua harus menyadari pentingnya imunisasi yang dapat memberikan proteksi pada anak-anak dari berbagai macam penyakit. Banyaknya catatan sejarah mengenai imunisasi sudah membuktikan bahwa imunisasi dapat melindungi anak dari virus. Oleh karenanya, Reisa berharap seluruh orang tua menyertakan anaknya ke dalam program imunisasi.

Sumber : Suara.com

Tag

Load More