Metro, Suara.com - PT Altaz Belajar Bahasa yang bergerak di bidang education technology menawarkan produk pembelajaran hybrid lewat penerbitan buku cetak yang sudah dilengkapi oleh Learning Management System, Atlaz Academy.
Atlaz sendiri merupakan sebuah platform pembelajaran bahasa Inggris dengan sistem auto pilot yang memadukan kurikulum nasional dan kurikulum dengan standar CEFR internasional untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dengan cara paling efektif.
"Kami di Atlaz sangat mendukung rencana program Pemerintah dan juga berharap dapat menjadi solusi turunnya kemampuan bahasa Inggris di anak muda Indonesia, yang pada akhirnya menjadi roda untuk Indonesia Maju 2045," ungkap CEO dan Founder Atlaz, Tommy Yonathan Kumala dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Minggu (3/7/2022).
Ia menjelaskan, setiap materi dilengkapi dengan video yang berisikan guru virtual dan native speaker, siswa juga mendapatkan pembelajaran dengan cerita animasi sehingga materi akan mudah dicerna. Buku Atlaz yang diluncurkan juga memiliki fitur Atlazone pada tiap unit pembelajaran. Di mana, siswa juga akan mendapatkan pendidikan karakter secara langsung.
Selain untuk siswa, Atlaz Academy juga sangat berguna bagi para guru. Materi yang terdapat di dalam buku tersebut akan memudahkan guru menyampaikan materi tanpa harus pusing membuat konten dan soal. Mereka juga dibantu dengan worksheet dan video-video teacher training yang telah mendapatkan dukungan dari komunitas Guru Pintar Atlaz.
Tommy yang mengenyam pendidikan S-2 di Columbia University tersebut menuturkan, soal kualitas kurikulum, tidak perlu khawatir. Kurikulum Atlaz, menyesuaikan dengan kurikulum Nasional terbaru yakni kurikulum Merdeka yang terintegrasi dengan kurikulum internasional (Cambridge dan IB) dan berstandar CEFR (Common European Framework of Reference).
"Pembelajaran bahasa Inggris dengan Atlaz menjadi nomor satu karena telah didesain untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan sumber belajar dan permainan yang sangat menyenangkan. Guru sekolah, orang tua, dan siswa dapat fleksibel dalam menggunakan Atlaz Academy karena bersifat adaptif, dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa," ujar Tommy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!