Metro, Suara.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Festival Wisata Hutan di Gedung Information Center, KPHK Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman (WAR), Kamis (04/08/2022).
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah menjelaskan Festival Wisata Hutan Lampung ini ide awalnya tercetus karena banyak objek wisata di kawasan hutan yang dikelola petani tetapi kami khawatir mereka melakukan pengelolaan dengan cara kurang baik
Yanyan juga berharap lewat festival tersebut juga menjadi sarana promosi bagi objek wisata di dalam kawasan hutan yang selama ini belum banyak dikenal.
"Melalui festival ini kita edukasi pelaku yang mengelola wisata hutan seperti kelompok sadar wisata, maupun pelaku yang memanfaatkan objek wisata itu agar mereka memanfaatkan potensi wisata itu dengan baik tanpa merusak fungsi hutan," katanya.
Dia juga menjelaskan,bahwa wisata di kawasan hutan tersebut akan dikelola secara terbatas tidak bersifat massal pembangunannya, guna menjaga keaslian hutan.
"Semua harus terencana dengan baik jadi tujuannya adalah menciptakan objek wisata yang bersih, nyaman, udaranya sejuk, keindahan kawasan hutan terjaga dan masyarakat mendapatkan hasil pengelolaannya. Jadi tidak ada dengan pengelolaan malah potensi hutan hilang," ucap dia.
Sementara itu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengemukakan pentingnya pengelolaan hutan secara bijaksana dengan pembangunan saran serta prasarana yang sesuai ketentuan.
"Apresiasi tinggi diberikan atas pelaksanaan Festival Hutan ini sebagai ajang promosi dan memperkenalkan potensi hutan Lampung. Tetapi penting diingat pengelolaan harus dilakukan dengan bijak, pembangunan sarana prasarana di dalam kawasan hutan harus tetap taat pada aturan, misalkan tidak boleh di bangun infrastruktur di tengah hutan," ujarnya.
Menurutnya, keaslian hutan pun harus tetap terjaga meski ada pengelolaan wisata di dalamnya.
Baca Juga: Pelaku Ekraf Aceh Besar Didorong Maksimalkan Strategi Pemasaran Digital
"Jangan jadikan jalan di hutan jadi jalan umum sebab siapa yang bisa menjamin saat musim kemarau, dengan alasan jalan sehat wisatawan merokok akhirnya terjadi kebakaran hutan. Oleh karena itu keputusannya agar hutan tetap terjaga jangan ada pembangunan infrastruktur di dalamnya," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Jam Berapa harus Datang ke Masjid untuk Salat Ied Agar dapat Saf Depan?
-
Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump
-
Kenapa Rokok Diizinkan Beredar Meski Berbahaya? Memahami Logika Regulasi
-
Stop Ngebut-ngebutan! Kecelakaan di Jalan Raya Bisa Langsung Bikin Anda Miskin
-
Denda dan Larangan Seumur Hidup: Sanksi OJK untuk Saham POSA dan Benny Tjokrosaputro
-
Bolehkah Merekam Video saat Khutbah Salat Ied Berlangsung?
-
Ini Rest Area di Jalur Trans Jawa yang Memiliki SPKLU Mobil Listrik Tercepat
-
Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19
-
Purbaya Pamer Efek Suntikan Dana Rp 200 T ke Prabowo, Klaim Ekonomi Tumbuh
-
Harga Emas Antam Sepekan: Terakumulasi Anjlok Hampir Rp100 Ribu