Metro, Suara.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendorong Kura-kura Bali yang berlokasi di Pulau Serangan dapat menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Saat meninjau kawasan Kura-kura Bali pada Kamis (18/8/2022) Sandiaga mengatakan, proses pengajuan Kura-kura Bali sebagai Kawasan Ekonomi Khusus terus berlanjut dan didorong secara akseleratif. Ia ingin Kura-kura Bali yang dicanangkan akan menanamkan modal Rp100 triliun atau 6,2 miliar AS dolar mampu menciptakan 35 ribu lapangan kerja baru dan berkualitas. Serta akan menjadi sebuah kawasan yang dihuni sekitar 50 ribu orang sehingga diharapkan bisa segera direalisasikan dan diwujudkan.
"Karena pertumbuhan ekonomi Bali membutuhkan investasi dan membutuhkan terobosan-terobosan yang mengacu kepada tiga pilar yaitu pertama keberlanjutan atau sustainability, green economies and blue economies sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. Kedua, konsep edukasi, fokus kepada teknologi digital dan digitalisasi. Ketiga aspek wellness, health, juga beberapa terobosan yang akan membawa investasi berkelas dunia untuk berinvestasi di kawasan ekonomi khusus Kura Kura Bali," kata Sandiaga.
"Ini adalah bagian dari upaya menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru di 2022, dan 4,4 juta lapangan kerja baru dan berkualitas di 2024. Dan nanti akan dilanjutkan dengan kunjungan oleh tim dewan KEK nasional yang mudah-mudahan bisa dilakukan di akhir bulan ini. Sehingga progresnya bisa dapat terus kita percepat untuk bisa kita finalisasikan dalam waktu dekat," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Menparekraf meninjau salah satu pelaku ekonomi kreatif yang juga berlokasi di dalam kawasan Kura-kura Bali. Dimana pelaku ekraf tersebut mengelola limbah plastik menjadi produk-produk bernilai ekonomi. Nantinya, produk kreatif ini akan dihadirkan pada perhelatan G20.
"Kita melihat peran UMKM di Bali yang mampu menciptakan 90 persen lapangan kerja. Target kita akan melibatkan seluruh lintas UMKM mulai dari desa wisata, sampai yang ada di daerah di sekitar venue G20. Tentu targetnya kita harapkan 20 persen peningkatan dari para UMKM ini untuk pertama penjualan omzetnya dan kedua penciptaan lapangan kerja," kata Sandiaga.
UMKM inilah yang menurutnya akan menjadi tulang punggung kita dan produk-produknya kita dorong melalui Apresiasi Kreasi Indonesia, KaTa Kreatif Indonesia, dan juga program pemberdayaan UMKM lainnya," ujarnya.
Sandiaga juga mengajak masyarakat Indonesia untuk berwisata di Indonesia aja, salah satunya Bali. Karena indeks daya saing pariwisata dan perjalanan atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) Indonesia naik 12 peringkat melewati Thailand dan Malaysia.
"Bali ini memang bikin bahagia banget ya. Jadi memang kalau mau healing, benerin feeling, sekalian refreshing yang enggak bikin pening datang ke Bali. Karena di Bali ini kita tawarkan pengalaman yang sangat aman, nyaman, dan menyenangkan," pungkasnya.
Baca Juga: Masyarakat Adat Nusantara Gelar Festival Adat dan Budaya Nusantara I di Bali
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
3 Jam Tangan Mewah Maia Estianty dan Suami di Pernikahan El Rumi, Jangan Hitung Nol-nya
-
Toba Pulp Lestari PHK Karyawan Setelah Izin Operasi Dicabut Pemerintah
-
Kartini Masa Kini: Kisah Mispa, Mantri BRI yang Tembus Hutan Demi Literasi Keuangan
-
Sukarela yang Terasa Wajib: Biaya Tak Tertulis di Balik Sekolah Gratis
-
4 Rekomendasi Sunscreen Tekstur Cream untuk Kulit Lembap dan Terlindungi
-
Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak
-
Statistik Gemilang Maarten Paes saat Ajax Bungkam NAC Breda
-
Kim Seon Ho Bikin Histeris di Fan Meeting Jakarta, Lancar Gombal Pakai Bahasa Indonesia
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!