Metro, Suara.com- Kementerian Agama memberikan penghargaan Penggerak Literasi Menulis Al Qur’an kepada Bupati Sleman, Yogyakarta, Kustini. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi yang diberikan Kustini dalam penguatan Tuntas Baca Tulis Al Qur`an (TBTQ) di wilayahnya.
Penghargaan “Penggerak Literasi Menulis Al-Qur’an” diserahkan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam, Amrullah kepada Bupati Kustini pada even Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) jenjang SMP se-Kabupaten Sleman.
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) jenjang SMP se-Kabupaten Sleman diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP Kabupaten Sleman, terdiri dari lomba tilawah, hifdzil, tartil, dan kaligrafi bagi pelajar SMP.
“Pemda Sleman telah berkontribusi terhadap penguatan TBTQ di sekolah, melalui berbagai programnya, seperti Sekolah Tuntas BTQ, Lomba Kemakmuran Tempat Ibadah Sekolah, Penguatan Literasi di Sekolah, MTQ Sekolah, dan program serupa lainnya. Penghargaan ini adalah bagian dari silaturahim dan kerja sama dengan Pemda secara umum,” papar Amrullah di Sleman – Yogyakarta, Sabtu (20/8/2022).
Pemberian penghargaan ini dilakukan bersamaan dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an ( MTQ ) jenjang SMP se-Kabupaten Sleman di SMPN 1 Ngemplak. MTQ digelar sebagai rangkaian dari ikhtiar Tuntas Baca Tulis Al Qur’an (TBTQ).
Kustini menyampaikan terima kasih atas penghargaan dari Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam. “Penghargaan ini adalah kepercayaan yang sangat penting bagi upaya penguatan pemahaman dan pengamalan ajaran Al Qur’an pada pelajar di wilayah kami,” tutur Kustini yang sebulan sebelumnya juga menerima penghargaan Bunda Literasi dari Perpustakaan Nasional.
Kakanwil Kementerian Agama Propinsi DIY Masmin Afif menilai makna penting TBTQ pada pelajar. “Kita harapkan, TBTQ dalam semua aspeknya mampu menumbuhkan kecintaan para pelajar untuk mempelajari dan menjalankan ajaran yang terkandung dalam Al Qur’an,” harapnya.
“Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bersama dalam konteks lebih besar, yakni pengembangan dan penguatan Pendidikan Agama Islam di Sekolah,” pungkas Masmim Afif.
Baca Juga: Desa Wisata Limbo Wolio Tawarkan Wisata Budaya dan Sejarah
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Kenapa Ida Hamidah Dicopot Dedi Mulyadi? Ini Kronologi Kasus Samsat Soekarno-Hatta
-
Serum Vitamin C Boleh Dipakai Setiap Hari? Ini Panduan dan 5 Rekomendasi yang Bagus
-
6 Jet Tempur Milik TNI AU Kawal Penerbangan Presiden Prabowo ke Magelang
-
Menhan Pakistan Sebut Israel 'Kutukan bagi Kemanusiaan', Kecam Serangan yang Terus Menelan Korban
-
Syarat dan Cara Daftar SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026, Gajinya Tembus Rp8 Juta!
-
Beli Tiket Pestapora Lewat BRImo, Dapat Diskon dan Voucher Belanja
-
Daftar Harga Motor Kopling Suzuki April 2026, Pilih GSX-R150 atau Satria Terbaru?
-
Tembus Triliunan, Sehebat Apa Motor Listrik Emmo Pesanan BGN Jika Diadu Lawan Honda?
-
Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Kepedean Bisa Juara
-
IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I