Metro, Suara.com- Kementerian Agama mulai menyosialisasikan Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) sebagai bagian dari implementasi transformasi digital sebagaui program prioritas Kemenag.
"Penerapan aplikasi Srikandi pada Kementerian Agama sangat penting. Ini untuk menunjang tersedianya layanan persuratan yang prima dan berkualitas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan surat menyurat dan arsip elektronik secara online dan terintegrasi," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Nizar di Jakarta, Jumat (19/8/2022)
"Ini adalah upaya kita untuk menjalankan Program Prioritas Kementerian Agama, yaitu Transformasi Digital," sambungnya.
Lewat penerapan aplikasi Srikandi ini, maka proses administrasi tidak terbatas jarak dan waktu. Artinya, di mana pun dan kapan pun, proses administrasi dapat dilakukan.
Kemenag bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam penerapan aplikasi ini. Hadir dalam sosialisasi, Deputi Bidang Kearsipan ANRI Desi Pratiwi, Direktur Kearsipan Pusat ANRI, para pejabat eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal, para Sekretaris Direktorat Jenderal, serta para arsiparis di lingkungan Kementerian Agama.
Menurut Sekjen, dalam tata kelola kearsipan, hal utama yang harus ditanamkan adalah cara pandang terhadap surat/naskah atau arsip sebagai barang penting dan berharga. Surat adalah sebuah dokumen berharga dari sebuah pekerjaan. Surat/naskah dinas mempunyai peran penting dalam kelangsungan hidup organisasi.
"Surat/naskah dinas juga merupakan barang berharga yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan dan juga dapat dijadikan alat bukti apabila terjadi masalah, serta dapat dijadikan alat pertanggung jawaban manajemen birokrasi," ungkapnya.
Sekjen menyambut baik bergulirnya sosialisasi ini. Dia berharap sinergi antara Kementerian Agama dan ANRI dapat terus dilanjutkan.
Sebelumnya, Kepala Biro (Karo) Umum Kementerian Agama Fesal Musaad sebagai pengampu program dan kegiatan Transformasi Digital dalam bidang kearsipan menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan tata kelola kearsipan.
Baca Juga: Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Jadi Komitmen Kemnaker
"Harapan kami, penerapan aplikasi Srikandi ini dapat berjalan efektif di Kementerian Agama. Sehingga, penerapan aplikasi ini dapat turut mendongkrak nilai indeks pengawasan kearsiapan dan indeks SPBE," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim
-
Purbaya Akan Minta Penjelasan Kemenhan soal Anggaran Rudal Brahmos India
-
Ini Respon DPC PDIP Sukoharjo Usai Etik Suryani Ditangkap KPK
-
Merasa Butuh Membeli Sesuatu? Bisa Jadi Kamu Cuma Terpengaruh Algoritma
-
LNG Murah Industri hanya Berlaku hingga 31 Desember
-
Ulasan To the Moon: Mimpi Naik Kelas di Tengah Kerasnya Dunia Kerja
-
BBM Shell Masih Kosong Hingga Saat Ini, Anak Buah Bahlil: Cerita Lama!
-
Ini Komentar Wabup Eko Sapto usai Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung