Metro, Suara.com- Hasil program inkubasi Akademi Madrasah Digital (AMD) siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Majalengka dikembangkan menjadi Solusi IoT Mushtech yang ditujukan untuk membantu para petani ijamjur di Majalengka.
Proyek pengembangan solusi Mushtech ini melibatkan MAN 2 Majalengka, peserta Akademi Madrasah Digital asal Kabupaten Majelengka, Jawa Barat, yang mencetuskan ide pertama kali. Para siswa mengumpulkan problem statement dari pembudidaya jamur tiram. Data dan informasi yang mereka dapatkan menjadi rujukan dalam proses inkubasi di X-Camp, mulai dari prototyping produk hingga menjadi solusi yang bisa diterapkan oleh para petani hingga industri terkait.
Mushtech sendiri adalah penerapan teknologi yang mendukung Precision Agriculture untuk budidaya pertanian yang memerlukan kondisi lingkungan yang akurat. Mushtech yang dibangun di Lab IoT X-Camp milik XL Axiata ini secara khusus ditujukan untuk petani jamur tiram yang ingin meningkatkan produksi dan kualitas hasil.
Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa menjelaskan secara umum Mushtech dapat digolongkan sebagai teknologi yang mendukung Precision Agriculture, sehingga bisa dimanfaatkan untuk budidaya tani yang memerlukan keakuratan kondisi lingkungan.
"Desain dari Mushtech secara khusus ditujukan untuk petani jamur tiram yang ingin meningkatkan produksi dan kualitas hasil usahanya melalui bantuan teknologi khususnya dengan menggunakan teknologi IoT,” ujar I Gede Darmayusa,
Menurutnya saat ini, Mushtech sudah mulai digunakan oleh petani jamur di Majalengka, Jawa Barat. Selama kurang lebih 3 bulan, hasil dari penerapan teknologi IoT ini mendapat apresiasi positif dari para petani yang menggunakan. Selain bertani jamur, para petani dapat melakukan aktivitas yang lain.
"Melalui solusi ini, petani tersebut juga dapat memantau situasi kumbung jamur dari tempatnya bekerja serta memastikan suhu dan kelembapan kumbung jamur terjaga melalui handphone yang mereka miliki,"ungkapnya.
Dari sisi teknikal Gede menjelaskan Mushtech terdiri dari berbagai komponen seperti hardware, firmware, IoT platform dan software. Bagian hardware ini berfungsi untuk mendapatkan data-data sensor atau untuk menjalankan aktuator tertentu, seperti mengaktifkan pompa untuk menyemprotkan air melalui nozzle. Sensor yang digunakan untuk solusi Mustech ini terdiri dari sensor temperatur, sensor kelembapan serta sensor intensitas cahaya.
Data dari sensor kemudian dikirimkan melalui jaringan selular 4G ke platform IoT milik XL Axiata yang dikenal dengan FlexIoT. Selain berfungsi untuk menyimpan data-data sensor dalam sebuah database, FlexIoT juga berfungsi sebagai penyedia protokol IoT hingga menyediakan fitur keamanan jaringan serta manajemen perangkat.
Baca Juga: 92 Mahasiswa Indonesia Terima Beasiswa dari Daewoong Foundation
Data yang berasal dari sensor tersebut kemudian diolah menjadi informasi yang dapat ditampilkan pada user interface berupa dashboard. Dashboard berfungsi menampilkan berbagai informasi yang diolah berdasarkan data-data dari sensor. Lebih jauh, di dalam dashboard yang dapat berbentuk website atau aplikasi mobile ini nantinya disertakan juga fungsi-fungsi yang digunakan untuk mengontrol aktuator. Data atau informasi yang dihasilkan ini nantinya dapat diolah lebih lanjut untuk kebutuhan analisa, tren dan pengamatan pola yang dapat digunakan oleh para petani untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien.
Sementara itu Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh. Isom, mengapresiasi inovasi MAN 2 Majalengka yang dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga bermanfaat bagi petani.
“Bangsa ini membutuhkan talenta-talenta muda madrasah yang mampu mewujudkan transformasi digital di tengah-tengah pusaran business Internet of Things dan Industri 4.0 di Indonesia. Ciptakan karya dan inovasi solusi digital ini sebagai wujud kemandirian dalam berprestasi bagi anak-anak madrasah,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan khususnya madrasah menjadi segitiga emas pendidikan yang berkesinambungan.
”Apa yang dilakukan Direktorat KSKK Madrasah bersama XL Axiata merupakan upaya memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan menginvestasikan Sumber Daya Manusia unggul bidang sains, teknologi dan solusi digital bagi bangsa ini di masa depan melalui Program Akademi Madrasah Digital,” tandasnya.
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kemensos Kebut Penelusuran 1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online
-
Sharp AQUOS Wish6 Siap Debut, AI Bisa Deteksi Telepon Penipu dan Blokir Nomor Internasional
-
Isu Rudal Menipis di Perang Iran, Donald Trump Kasih Kejutan Kondisi Tentara AS Versi Dia Sendiri
-
Link Live Streaming Persib Bandung vs Persebaya: Memburu Gelar Juara Pra-Musim!
-
Ulasan Novel Supernova Akar, Petualangan Bodhi Mencari Jati Diri
-
Sindiran Menohok Pelatih Vietnam: Thom Haye Dibuat Mati Kutu oleh Pemain Lapis Kedua
-
Ratusan Senpi di Ruang Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Terbongkar! Disimpan Dalam Karung dan Styrofoam
-
Cara Mencuci Puff Cushion Agar Tidak Menjadi Sarang Bakteri, Pakai 5 Bahan Ini
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Pintar dengan Fitur Kesehatan Lengkap 2026, Akurat Pantau Heart Rate
-
Sunscreen Gel untuk Jenis Kulit Apa? Ini 3 Pilihan Murah dan Bagus Menurut Pengguna