Metro, Suara.com- Sebanyak 92 mahasiswa Indonesia mendapatkan beasiswa dari Daewoong Foundation, Korea Selatan.92 mahasiswa Indonesia penerima beasiswa tersebut berasal dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Daewoong sendiri merupakan salah satu perusahaan industri obat terbesar di Korea Selatan yang memiliki lembaga riset bidang farmasi dan juga telah memiliki cabang perusahaan di Jakarta.
CEO Daewoong Pharmaceutical, Jeon Seung Ho menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program Drug Delivery System (DDS) yang bertujuan membina bakat profesional sebagai fondasi bisnis utama suatu negara untuk melangkah ke tingkat kemajuan berikutnya.
Melalui Daewoong Global DDS Training Program, Jeon berharap para talenta global termasuk dari Indonesia dapat meningkatkan kemampuan bio dan farmasinya untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup manusia. “Daewoong Pharmaceutical akan terus memperluas laboratorium dan pabrik di Indonesia untuk mendukung talenta global di Indonesia,” tuturnya.
Duta Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, Gandi Sulistiyanto mengatakan program beasiswa ini merupakan salah satu bentuk kerja sama tiga perguruan tinggi di Indonesia dengan salah satu industri di Korea Selatan.
“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Daewong Foundation karena telah memberikan beasiswa kepada 92 mahasiswa Indonesia yang bertalenta. Kami berharap para penerima beasiswa dapat berkontribusi dengan menggunakan keahliannya dalam pengembangan bidang kesehatan dan industri obat di Indonesia,” terang Dubes Sulis saat dimintai keterangannya, pada Jumat (16/9).
Sulis meminta para penerima beasiswa untuk menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya. “Saya mengucapkan selamat datang di Korea dan bergabung dengan Daewoong. Saudara akan mendapatkan berbagai macam pengalaman berharga pada program ini,” ujarnya.
Melalui hubungan kerja sama yang sangat baik ini, Dubes Sulis mendorong agar Daewoong dapat melakukan peningkatan perluasan investasi dan training di Indonesia. “Mengingat potensi pasar Indonesia di bidang kesehatan sangat besar,” ucapnya.
Sulis juga menyampaikan bahwa sejak pengukuhan Presiden Joko Widodo sebagai Presiden G20, pemerintah Indonesia telah menekankan betapa pentingnya memperkuat arsitektur kesehatan global yang berpegang pada prinsip solidaritas, kesetaraan, keadilan, dan transparansi. Hal ini sejalan dengan tujuan DDS program yang mendukung talenta global di bidang farmasi dan obat.
“Keberhasilan mengatasi prioritas kesehatan akan bergantung pada peran aktif dan partisipasi seluruh 20 negara anggota G20 termasuk Korea Selatan. Untuk itu, kami mendukung sepenuhnya program beassiwa Daewoong dan berharap lebih banyak penerima beasiswa dan kesempatan akan terbuka untuk siswa Indonesia yang bertalenta di bidang farmasi dan kedokteran,” harapnya.
Baca Juga: Awali Kunjungan Kerja, Nadiem Paparkan Konsep Merdeka Belajar di New York University
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Cuma Rp1 Jutaan, LG PuriCare AeroMini Pembersih Udara dengan HEPA Filter dan Smart Control
-
BPJS Bukan Simbol Kemiskinan: Melawan Stigma Kelas dalam Layanan Kesehatan
-
Pondok Pesantren Kini Boleh Kelola Dapur MBG Sendiri
-
Kronologi Kasus Deepfake AI di Jateng: Ditolak Mantan Pacar, Mahasiswa Semarang Sebar Konten Porno
-
Peternak Sapi Perah Indonesia Menua, Regenerasi Jadi Tantangan Besar Industri Susu
-
Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial
-
3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang
-
Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji
-
Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix
-
Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake