/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:16 WIB
Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani (Kemenag)

Metro, Suara.com- Sebagai tindak lanjut atas hasil Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesi (AKMI) kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) pada 19 September – 6 Oktober 2022 Kementerian Agama menggelar workshop penyusunan modul peningkatan literasi siswa madrasah

Workshop Penyusunan Modul berlangsung tiga hari, 11-13 Oktober 2022 di Jakarta diikuti koordinator guru dan pengawa madrasah, penyusun instrumen, wakil koordinator penyusun instrumen, tim pakar instrumen, dan tim pakar modul, serta tim psikometri dari UGM dan Universitas Brawijaya. 

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menjelaskan bahwa modul yang disusun akan memandu guru meningkatkan literasi siswa MI. Ia mengungkapkan ada lima tingkat kemahiran hasil AKMI, yakni perlu pendampingan, dasar, cakap, terampil, dan perlu ruang kreasi. Kelima hasil itu masing-masing akan disusun modulnya. 

“Tentu modul ini akan menjadi panduan bagi guru untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Suwardi menambahkan AKMI 2022 berjalan dengan partisipasi keikutsertaan peserta mencapai 99,96 %. Untuk jenjang MI, ada 12.156 lembaga, jenjang MTs 516 lembaga, dan MA sebanyak 313 lembaga. 

“Pelaksana AKMI tahun ini adalah madrasah yang tahun lalu belum ikut serta,” pungkasnya.

Load More