/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 08:03 WIB
Tradisi rabo-rabo di kampung Tugu, Jakarta Utara. (Facebook Keroncong Tugu)

Metro, Suara.com- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf) menggandeng Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov) DKI dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti menggelar  ‘Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Konsep Pengembangan Destinasi Wisata Kampung Tugu’,di El Hotel Royale Jakarta,Kamis (27/10/2022). 

Turut hadir pada kegiatan ini, Plh. Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara, Shinta Nindyawati; SKU Destinasi Bidang Destinasi dan Pengembangan Disparekraf Provinsi DKI Jakarta, Jonie P Rumimper; Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian STP Trisakti, Rahmat Ingkadijaya. Selain itu, Tenaga Ahli Penyusunan Konsep Pengembangan Destinasi Wisata Kampung Tugu 2022, Adam Rachmatullah; Sejarawan dan Budayawan Jakarta, JJ Rizal; Tim Ahli Kajian Penyusunan Konsep Pengembangan Destinasi Wisata Kampung Tugu dari STP Trisakti, dan Ikatan Keluarga Besar Kampung Tugu.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu mengatakan bahwa FGD ini digelar sebagai upaya mendukung percepatan pengembangan destinasi wisata  Kampung Tugu. Melalui kegiatan ini, ia berharap banyak lahir gagasan baru untuk mengembangkan destinasi wisata di Kampung Tugu. 

"Sejalan dengan arah pandang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kampung Tugu harus bisa mengimplementasikan Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi dengan semangat Gercep, Geber, dan Gaspol," kata Vinsensius. 

Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi I, Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan, menjelaskan berbagai tantangan dalam pengembangan destinasi wisata, yakni minim 3A Pariwisata (Aksesibilitas, Amenitas, Atraksi), minim kunjungan wisatawan, minim budaya lokal, minim atraksi, minim Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata, hingga ego sektoral birokrasi internal/eksternal. 

"Pengembangan destinasi wisata menjadi jawaban untuk tantangan tersebut. Destinasi Wisata menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan itu, destinasi wisata untuk menciptakan peningkatan nilai tambah ekonomi baru hingga pemberdayaan masyarakat. Pariwisata adalah hal baru bagi sebagian masyarakat masyarakat, peluang ini harus ditangkap oleh Kampung Tugu sebagai destinasi wisata unggulan di Jakarta Utara," kata Wawan. 

Lebih lanjut, Wawan menyampaikan diperlukannya konsep pengembangan wisata budaya di Kampung Tugu melalui Extra Ordinary Experience berupa Jelajah Budaya, Narasi Budaya, dan Interaksi Budaya. 

Menurutnya, hal tersebut penting dalam mengembangkan Wisata Budaya di Kampung Tugu, sebab nantinya bisa menjadi destinasi wisata yang terintegrasi dengan destilasi lainnya seperti DTW Rumah Si Pitung, Masjid dan Makam Habib Husen Luar Batang, dan Makam Keramat Mbah Priok sebagai destinasi wisata religi. 

Wawan pun mendorong agar Destinasi Wisata Kampung Tugu menciptakan rencana bisnis dengan memperkuat pariwisata, ekraf, UMKM, ekonomi, dan keuangan yang didukung transformasi transaksi keuangan digital dengan melibatkan Bank Indonesia. 

Baca Juga: Lokasi Bekas Tambang Dimanfaatkan Masyarakat Desa Perlang Babel Jadi Destinasi Wisata

Tak hanya itu, ia juga mendorong agar ada penyelenggaraan event nasional dan internasional yang berkelanjutan dan konsisten didukung oleh digital marketing yang masif di Kampung Tugu. 

"Untuk menuju hal tersebut, dalam mengembangkan destinasi wisata, pemerintah dan para pengelola DTW harus bisa memperkuat sinergi dan integrasi di lintas kedeputian Kemenparekraf, lintas K/L, lintas stakeholder, hingga lintas daerah untuk mewujudkan destinasi yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Wawan. 

Wawan juga menyampaikan akan menindaklanjuti kegiatan FGD ini melalui pertemuan dengan Kemenparekraf, Dispar Provinsi DKI, Suku dinas Parekraf Jakarta Utara, STP Trisakti, dan Ikatan Keluarga Kampung Tugu yang dilaksanakan pada November 2022 di Kampung Tugu Jakarta Utara.

Load More