Metro.Suara.com - Hingga hari ini, 56.230 rumah rusak akibat gempa bumi 5,6 magnitudo (M) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (pada Senin (21/11/2022) lalu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.
“Kerugian materil rumah rusak 56.320 rumah,” jelasnya pada konferensi pers bertajuk “Update Perkembangan Penanganan Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur” di kanal BNPB Indonesia pada Rabu (23/11/2022) sore.
Suharyanto mengungkapkan terdapat 22.241 rumah rusak berat, 11.641 rumah rusak sedang, serta 22.090 rumah rusak ringan. Puluhan ribu rumah rusak ini telah didata dari mulai RT, RW, kepala desa, babinsa, bhabinkamtibmas, sampai dengan kepala OPD.
“Tentu saja ini akan terus diverifikasi,” ucapnya.
Ia juga menyebut bahwa sedang mengerahkan bantuan dari perguruan tinggi. Universitas Suryakancana dan Universitas Putra Indonesia yang akan membantu.
“Dan di samping perangkat daerah, juga dari tim dari Kementerian PUPR ini juga sudah turun melaksanakan pendataan terhadap rumah warga yang rusak,” katanya lagi.
Selain rumah-rumah yang rusak, banyak pula infrastruktur yang juga rusak akibat gempa di Cianjur Senin lalu. Diantaranya 31 sekolah, 124 tempat ibadah, 3 fasilitas kesehatan, dan 13 gedung atau perkantoran.
BNPB juga mencatat ada penambahan kecamatan yang terdampak. Hingga kini, total kecamatan yang terdampak gempa tersebut adalah sebanyak 15 kecamatan.
15 kecamatan itu, diantaranya Kecamatan Cianjur, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Warung Kondang, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Gekbrong, Kecamatan Cugenang, Kecmatan Cibeber, Kecamatan Sukaluyu, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Pacet, Kecamatan Bojong Picung, Kecamatan Cikalong Kulon, Kecamatan Mande, Kecamatan Cipanas, dan Kecamatan Haurwangi.
Baca Juga: Tampil di GIIAS 2022 Semarang, Ini Daftar Andalan Hyundai yang Wajib Dicoba Pengunjung
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana