/
Rabu, 23 November 2022 | 20:58 WIB
rumah roboh akibat gempa cianjur (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc)

Metro.Suara.com - Hingga hari ini, 56.230 rumah rusak akibat gempa bumi 5,6 magnitudo (M) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (pada Senin (21/11/2022) lalu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.

“Kerugian materil rumah rusak 56.320 rumah,” jelasnya pada konferensi pers bertajuk “Update Perkembangan Penanganan Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur” di kanal BNPB Indonesia pada Rabu (23/11/2022) sore. 

Suharyanto mengungkapkan terdapat 22.241 rumah rusak berat, 11.641 rumah rusak sedang, serta 22.090 rumah rusak ringan. Puluhan ribu rumah rusak ini telah didata dari mulai RT, RW, kepala desa, babinsa, bhabinkamtibmas, sampai dengan kepala OPD. 

“Tentu saja ini akan terus diverifikasi,” ucapnya. 

Ia juga menyebut bahwa sedang mengerahkan bantuan dari perguruan tinggi. Universitas Suryakancana dan Universitas Putra Indonesia yang akan membantu. 

“Dan di samping perangkat daerah, juga dari tim dari Kementerian PUPR ini juga sudah turun melaksanakan pendataan terhadap rumah warga yang rusak,” katanya lagi. 

Selain rumah-rumah yang rusak, banyak pula infrastruktur yang juga rusak akibat gempa di Cianjur Senin lalu. Diantaranya 31 sekolah, 124 tempat ibadah, 3 fasilitas kesehatan, dan 13 gedung atau perkantoran. 

BNPB juga mencatat ada penambahan kecamatan yang terdampak. Hingga kini, total kecamatan yang terdampak gempa tersebut adalah sebanyak 15 kecamatan. 

15 kecamatan itu, diantaranya Kecamatan Cianjur, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Warung Kondang, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Gekbrong, Kecamatan Cugenang, Kecmatan Cibeber, Kecamatan Sukaluyu, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Pacet, Kecamatan Bojong Picung, Kecamatan Cikalong Kulon, Kecamatan Mande, Kecamatan Cipanas, dan Kecamatan Haurwangi.

Baca Juga: Tampil di GIIAS 2022 Semarang, Ini Daftar Andalan Hyundai yang Wajib Dicoba Pengunjung

Load More