/
Sabtu, 17 Desember 2022 | 20:49 WIB
Tanah Lado Fest (ADN)

Metro, Suara.com- Asosiasi Dokumenter Nusantara (ADN) bersama DEKAVILM kembali menggelar Tanah Lado Film Festival, 17-18 Desember 2022 di Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL), PKOR, Way Halim, Bandar Lampung.

Wisnu dari ADN Lampung menjelaskan Tanah Lado Film Festival di tahun ke 2 ini mengusung tema Nusantara Undercover dan menghadirkan suatu sub acara yaitu Lanskap dan Perspektif.

"Program lanskap Tanah Lado Festival mencoba hadir sebagai lensa untuk membaca, membicarakan, dan memahami  beragam wacana yang hadir sementara program Perspektif mengajak penonton untuk melihat tentang keadaan sekarang  dengan merefleksikan apa yang tengah kita hadapi,"jelasnya.

Berbagai rangkaian acara di dalamnya antara lain penayangan Film Film Peserta Tanah Lado Festival dan juga Special Screening Film dari Komunitas Film Mokumenter dari Yogyakarta  yaitu “Kolong  Sinema” yang berjudu Momok , Tumbal Kenikmatan Portebel, dan Kuburan Berjalan,"jelas Wisnu.

Usai penayangan Film Film peserta dan Special Screening dari Komunitas Film Kolong Sinema, dilanjutkan dengan acara Special Screening Film “Guruku Jalananku” dan Director Talk and Sharing Session Bersama dengan Erlan Basri Sekjen Asosiasi Dokumentaris Nusantara Korda Lampung.  

Selanjutnya pada acara Puncak dari Tanah Lado Festival yaitu Awarding Kompetisi yang akan dilaksanakan pada Hari Minggu, 18 Desember 2022. Selain Awarding Kompetisi Penyerahan penghargaan kepada para pemenang kompetisi Tanah Lado Festival, akan dilaksankan juga Special Screening . 

Dosen Itera tersebut menambahkan bahwa lewat acara Lanskap dan Perspektif Tanah Lado Festival, dan menghadirkan hasil karya yang berupa film dokumenter atas kehidupan sehari hari, dari sudut pandang masyarakat biasa melalui film- film pilihan. Selain itu diharapkan Para sineas muda mampu melihat cara pandang seseorang dalam memaknai  film dokumenter. 

"Terdapat ciri khas film dokumenter yang membedakannya dari produk audio visual lainnya, sebuah kekuatan signifikan sebagai media yang mencerdaskan, reflektif, dan dapat melewati batas ruang dan waktu,"pungkasnya.

Baca Juga: Film Dokumenter Perang Jepang di Indonesia Karya Shinichi Ise Diputar di Tokyo

Load More