Anggota Komisi III DPR RI Johan Budi SP menyampaikan pihaknya akan mengunjungi Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, untuk menggali informasi terkait dengan peristiwa kerusuhan di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) beberapa waktu lalu.
"(Kami) Harus datang ke sana yang kemudian kami bisa menggali informasi lebih dalam dan sesuai dengan (fakta) yang ada di sana, fakta di Morowali Utara," ujar Johan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/1/2023).
Hal tersebut, lanjut dia, diputuskan dalam rapat internal yang diselenggarakan oleh Komisi III DPR, di Jakarta, Senin (16/1).
Selain menggali informasi terkait dengan kerusuhan itu, Komisi III juga akan memastikan secara langsung persoalan yang sebenarnya terjadi dari beragam versi yang ada. Berikutnya, mereka juga akan melihat bagaimana Polri menangani peristiwa tersebut.
Usai kerusuhan terjadi, saat ini, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menyebutkan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tenaga kerja asing (TKA) di PT GNI sudah berdamai. Mereka pun mulai membaur bekerja.
"Kedu belah pihak sudah membaur secara harmonis melaksanakan aktifitas sesuai bidang pekerjaan masing-masing," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto di Palu, Selasa.
Ia lalu mengemukakan, hari pertama GNI kembali beroperasi diikuti 2.963 karyawan yang terdiri atas 350 TKA dan 2.613 TKI. Berdasarkan pantauan petugas yang melakukan pengamanan di kawasan itu, hingga sore ini, situasi di sana berjalan kondusif.
Selain itu, sebanyak 709 personel dari unsur TNI dan Polri juga tetap disiagakan guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan karyawan.
"Petugas ditempatkan di sejumlah titik. Di antaranya, pintu masuk perusahaan, beberapa pos, mess karyawan TKA dan Kantor PT GNI, serta beberapa pos yang dibangun dalam kawasan perusahaan," ujar Didik. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Bukan Sekadar Lari dan Angkat Beban: Rahasia Lolos Hyrox dari Ekosistem Latihan hingga Recovery
-
Badai di Kota Marmer: Drama OTT Bupati dan Malam Mencekam di Mapolres Tulungagung
-
4 Rekomendasi Pembersih Wajah Berbahan Bambu untuk Skin Barrier Kuat
-
Bungkus Sendiri Lebih Asyik: Tips Jajan Es Teh Kekinian di Tengah Kenaikan Harga Plastik
-
Trump Minta Bagian Tarif Kapal di Selat Hormuz, Picu Sorotan Global!
-
Buku Tamasya Ke Taman Diri; Menemukan Tuhan Lewat Kata-Kata Para Sufi
-
Membuka Akses Lebih Luas: Peran SIS dalam Menghadirkan Pendidikan Internasional di Indonesia
-
Timnas Futsal Indonesia Tak Gentar Hadapi 6 Jebolan Piala Dunia Milik Thailand di Final
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya
-
Keuangan Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Finansial 11 April 2026